Pengamat Minta Pejabat Disbudpar Aceh Dievaluasi

Pengamat
Usman Lamreung, (foto : indojayanews.com).
Banda Aceh (MA)Pengamat ternama, Usman Lamreueng meminta pejabat Gubernur Aceh, Ahmad Marzuki untuk mengevaluasi pejabat teras Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Aceh. Hal tersebut disampaikan melalui rilis pers, Kamis, 4 Agustus 2023.
Mengutip Kepala bidang (Kabid) Pemasaran, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, T. Hendra Faisal yang menyebutkan bahwa pelaksanaan Aceh Vespa Festival digelar lantaran dampak promosi pariwisata yang dilakukan pada tahun sebelumnya ikut berdampak baik terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh. Selanjutnya dia menyebutkan bahwa tren pariwisata saat ini bukan lagi secara individu, melainkan sudah berbasis berkelompok, komunitas hingga keluarga. Oleh sebab itu, festival ini digelar untuk mendukung industri pengembangan pariwisata berbasis komunitas, serta menggerakkan perekonomian dan memberdayakan masyarakat.

“Apa yang disampaikan tersebut masih sangat normatif,” ujar Usman.

BACA JUGA...  Catatan Firli Bahuri di Hari HUT TNI ke-76, Ini Kata Dia

Seharusnya, kata Usman, Kabid Pemasaran perlu memaparkan bukti riil dan konkrit dampak positif dengan data yang jelas, misalnya berapa persentase kunjungan wisatawan nasional dan mancanegara ke Aceh saban tahun sebagai perbandingan, serta dampak promosi tersebut meningkatnya wisatawan tahun ini, tanya Usman.

Lalu tambah Usman, kalau memang kegiatannya bagus, strategis, dan berdampak positif, kenapa pula program tersebut masuk melalui anggaran pokok pikiran (Pokir), tanya Usman lagi.

“Mengapa tidak menjadi program strategis Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh?,” gugat Usman lagi.

Lanjutnya, kegiatan klub mengapa pula harus difasilitasi dengan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh?. Kenapa bukan klub sendiri yang menyelenggarakan kegiatan tersebut?

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Utara Terima Bantuan Sembako dari BPBA Aceh

“Inilah persolan yang menurut kami menjadi indikasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh tidak punya konsep yang jelas dalam tata kelola kepariwisataan di Aceh,” ungkap pengamat asal Aceh Besar ini..

Kunjungan wisatawan nasional dan mancanegara tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan, malah sekarang Aceh sepi kunjungan wisatawan, beber Usman. Seharusnya, katanya, ini menjadi bahan evaluasi dinas, apa penyebab sepinya kunjungan wisatawan ke Aceh.

“Jangan-jangan masalah bukan di promosinya, tapi ditata kelola dan pengembangan destinasinya, masalah sarana dan prasarana dasar, sumberdaya manusia dan koordinasi komunikasi lintas sektor bidang wisata yang juga tidak berjalan dengan baik,” sebutnya.

BACA JUGA...  Pendidikan Aceh Mandek di Tengah Otsus, Usman Lamreung Soroti Kebijakan Tak Berkesinambungan

Oleh karena itu, pengamat tersebut merasa sudah wajar menyorot berbagai program festival yang saban tahun dibuat Dinas Kebudayaan dan Parawisata dalam rangka promosi destinasi wisata Aceh, namun tidak berbanding lurus dengan hasilnya.

“Aceh tidak masuk bagian dari destinasi wisata strategis nasional, sehingga begitu banyak anggaran yang sudah diluncurkan berbagai untuk event dan festival yang katanya untuk mempromosikan pariwisata Aceh namun nyatanya tak berdampak apapun,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia meminta Pejabat Gubernur Aceh untuk segera mengevaluasi Kepala dinas (Kadis) dan pejabat-pejabat tak capable lainnya yang diberi jabatan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh oleh rezim gagal total Nova Iriansyah.