“Tidak perlu kita membesar-besarkan masalah, ini bulan baik maka kita harus perbanyak kebaikan, kita ambil hikmah dari semua kejadian ini, dan kita berdoa agar Aceh Tengah dapat segera pulih,” ujarnya.
Sementara itu, pelaku yang diketahui berinisial PM di dampingi oleh pimpinan MCF KSKC (Kantor Selain Kantor Cabang) Aceh Tengah juga mengakui kesalahan atas perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
“Saya tulus meminta maaf kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati atas ucapan yang saya lontarkan. Ini murni kesalahan saya dan saya sangat menyesal telah melakukannya. Sekali lagi saya memohon maaf kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati, serta seluruh masyarakat Aceh Tengah. Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran berharga bagi saya,” ujarnya.
Pertemuan tersebut menjadi penutup dari polemik yang sempat berkembang di tengah masyarakat. Dalam momentum bulan suci Ramadan, peristiwa ini juga menghadirkan nuansa yang lebih menyejukkan di tengah kehidupan sosial masyarakat Aceh Tengah.
Sejumlah pihak menilai penyelesaian secara kekeluargaan seperti ini dapat menjadi contoh bahwa perbedaan atau kesalahan yang terjadi di ruang publik tidak selalu harus berujung pada konflik berkepanjangan, melainkan dapat diselesaikan melalui dialog dan saling memaafkan. (AR)




