Pemuda Aceh Selatan : Sepertinya Yang Ngomong Itu, Bukan Muhammad Nazar Yang Dulu

Jumat, 31 Mei 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Tanggapan Muhammad Nazar terkait isu referendum yang bergulir, dinilai sebagai bentuk mulai terkikisnya nilai nilai perjuangan ke Acehan di dalam diri Muhammad Nazar.

Penilaian ini, disampaikan oleh mantan Wakil Ketua Pemuda Aceh Selatan (PAS) Pajril Darmi dalam siaran persnya kepada media ini, Jum’at, 31 Mei 2019 dini hari.

Menurut Pajril, ungkapan Muhammad Nazar “Bek Culok rakyat Aceh Lam Mon Tuha” itu, seakan menunjukkan referendum itu sebagai Mon Tuha yang seakan akan tak elok. Hal ini dinilai, secara tidak langsung Muhammad Nazar sedang mencoba meludah ke atas.

“Seharusnya sebagai tokoh yang pernah ikut menggerakkan referendum, Bang Nazar tak perlu menunjukkan sikap yang terlalu sensitif terkait isu referendum. Semestinya, beliau justeru memberikan masukan masukan kepada rakyat, agar referendum itu berjalan damai dan demokratis sesuai yang termaktub di dalam konstitusi,” ujar pemuda asal Aceh Selatan itu.

BACA JUGA...  Polres Langsa Ringkus empat Pemilik Sabu dan Ektasi

Masih kata pajril Darmi, dia (Muhammad Nazar-red) juga mengatakan, rakyat sudah pintar menilai, supaya ke depan Aceh tak terjebak lagi dalam permainan genderang orang lain. “Ini pernyataannya, akan menjadi tanda tanya di publik, terutama generasi sekarang. “Apakah dulu ketika 1999, Muhammad Nazar terjebak genderang orang lain?. Sehingga bahasa referendum itu seakan membuatnya harus gelisah berlebihan,” ungkapnya.

Ia juga mengherankan bahasa Muhammad Nazar yang menyebutkan, Aceh dan Jawa siapkan diri menghadapi kemungkinan, tapi tidak mesti referendum. “Pernyataan itu, benar-benar kontradiktif. Justeru hal itu akan menyeret publik untuk menganggap sepertinya yang ngomong itu bukan Muhammad Nazar yang Dulu,” imbuh Pajril.

BACA JUGA...  CEO Media Pers di Aceh Sangat Mendukung Hapus Pokir Publikasi 

Selain itu, ia juga menyebutkan, wacana Referendum yang ditawarkan oleh Mualem itu, hendaknya direspon positif, tidak sensitif. “Itukan pendapat Mualem jadi harus dihargai, tinggal lagi bagaimana wacana tersebut dilakukan sesuai dengan konstitusi di negeri yang demokratis ini. Kita justeru berharap, sebagai salah satu penggerak tuntutan Referendum pada 1999 tempo hari, Muhammad Nazar memberikan masukan-masukan agar wacana referendum tersebut berjalan baik, dan kegagalan kegagalan yang pernah terjadi pada masa lalu,” cetusnya.

Lanjutnya, referendum itu kan jajak pendapat bukan konflik, jadi jangan disalah tafsirkan terlalu dini. “Wacana Referendum itu dilakukan, untuk melihat keinginan rakyat Aceh itu cenderungnya seperti apa. Toh, di negara negara dengan demokrasi maju seperti Swiss, referendum itu dilaksanakan sampai 3 hingga 4 kali dalam setahun, bahkan urusan tanduk sapi pun pernah direferendumkan di Swiss. Jadi jangan sensitif, apa lagi alergi terhadap kata referendum, karena cara itu dibenarkan di negara yang menganut sistem demokrasi termasuk Indonesia,” jelasnya.

BACA JUGA...  SAPA Soroti Anggaran Pengadaan Buku di Disdikbud Bireuen 

Pajril meminta, agar semua tokoh berumbuk, duduk untuk merespon dan merencanakan wacana referendum ini agar berjalan baik sesuai konstitusi dan tak melanggar nilai-nilai demokrasi. “Sudahlah, hentikan spekulasi dan kepentingan pribadi, kita jawab kerinduan rakyat dengan memberikan kesempatan rakyat berpendapat melalui referendum,” tutup mantan Wakil Ketua PAS ini. (Ahmad Fadil)

Berita Terkait

Ambal Warso Ke-32 : Lestarikan Budaya Jawa
Cot Ba’u Didorong Jadi Destinasi Wisata Budaya
Firdaus: Kita Harus Kolaborasi 
Anggota Polri Ditemukan Meninggal di Aceh Barat 
Zurich Perkuat Layanan, Resmikan Kantor Baru di Batam
Eks GAM Denmark: Pemerintah Harus Tuntaskan Butir MoU Helsinki 
HUT ke-81 RI, SPS dan Pikiran Rakyat Gelar UKW di Aceh
Semarak HUT ke-81 RI, Geuchik Ranto Panyang Raih Juara II Lomba Dakwah

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Ambal Warso Ke-32 : Lestarikan Budaya Jawa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Cot Ba’u Didorong Jadi Destinasi Wisata Budaya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Firdaus: Kita Harus Kolaborasi 

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:48 WIB

Anggota Polri Ditemukan Meninggal di Aceh Barat 

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Zurich Perkuat Layanan, Resmikan Kantor Baru di Batam

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Kurdi Jadi Sekda Aceh Barat 

Senin, 24 Agu 2026 - 20:45 WIB

PENDIDIKAN

Wisuda 1.001 Lulusan, UNISAI Targetkan Akreditasi Unggul

Senin, 24 Agu 2026 - 20:31 WIB

PEMERINTAHAN

Taufik Jadi Plt Sekda Aceh

Senin, 24 Agu 2026 - 20:24 WIB