Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kota Banda Aceh, Said Fauzan, mengungkapkan bahwa kasus HIV di Banda Aceh masih menjadi perhatian. Hingga tahun 2026, tercatat sebanyak 43 kasus HIV di wilayah tersebut.
Menurutnya, kondisi itu memerlukan langkah nyata melalui edukasi dan deteksi dini, terutama di kalangan remaja sebagai kelompok usia yang perlu dibekali pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit menular.
“Karena itu, kami menyambut baik pelaksanaan screening yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. Melalui Program SEHATI, Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus memperkuat pelayanan kesehatan primer agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas,” kata Said.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap semakin banyak remaja memahami pentingnya menerapkan perilaku hidup sehat, menghilangkan stigma terhadap pemeriksaan kesehatan, serta memanfaatkan layanan screening sebagai langkah awal pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian HIV di Kota Banda Aceh. (Red)




