Pemkab Aceh Selatan Batasi Pengembangan Sawit di Kawasan Konservasi Demi Kelestarian Alam

Rabu, 17 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para peserta sedang mengikuti sosialisasi di Aula Kantor Camat Kluet Timur.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Para peserta sedang mengikuti sosialisasi di Aula Kantor Camat Kluet Timur.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

“Kelompok tani harus menjadi pelopor perkebunan sawit berkelanjutan di Kabupaten Aceh Selatan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik demi membangun pemahaman bersama, karena instrumen ini sangat penting untuk perlindungan hutan kita di masa depan,” ujarnya.

Bupati Aceh Selatan H. Mirwan, yang akrab disapa HMW, melalui Asisten II Setdakab Aceh Selatan, Iskandar Burma, menyampaikan bahwa Aceh Selatan dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan merupakan bagian penting dari bentang alam Ekosistem Leuser, salah satu kawasan konservasi terpenting di dunia.

BACA JUGA...  DPRA Dukung Gubernur, Dubes India Hentikan Kegiatan dan 'Angkat Kaki' dari Aceh

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berkomitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Perkebunan sawit masyarakat harus terus berkembang, namun hutan yang menjadi penyangga kehidupan tetap harus dijaga. Kebijakan NDPE bukan untuk membatasi ruang gerak petani, melainkan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing produk sawit Aceh Selatan di pasar global,” kata Iskandar.

BACA JUGA...  Sekretaris KAHMI Soroti Huntara Tak Sesuai Spesifikasi, DPRK Bentuk Pansus

Ia menjelaskan, prinsip NDPE menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi pembukaan lahan baru yang merambah kawasan hutan (No Deforestation), lahan gambut harus dilindungi dan dikelola secara bijaksana (No Peat), serta hak-hak pekerja dan masyarakat sekitar harus dihormati tanpa adanya praktik eksploitasi (No Exploitation).

Berita Terkait

Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan
Ayah Wa Umumkan Jadwal Pencairan Bantuan Rumah Rusak Malam Ini di Live TikTok 
Bupati Asel H. Mirwan MS Tetapkan Darurat Bencana untuk Masa 14 Hari
Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan
100 Hari Penentuan! Ayah Wa Tantang 10 Pejabat Baru Buktikan Kinerja
Lantik 10 Pejabat, Ayah Wa Tegaskan Jabatan Bukan Hadiah
Mistan Aulia Apresiasi TNI Bangun Jembatan
Banjir di Trumon Berulang, Bupati  Aceh Selatan HMW Tidak di Tempat 

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:54 WIB

Bibit Kopi Program Hilirisasi Kementan Disambut Petani Gayo, Kualitas Dinilai Memuaskan

Minggu, 1 November 2026 - 20:43 WIB

Ayah Wa Umumkan Jadwal Pencairan Bantuan Rumah Rusak Malam Ini di Live TikTok 

Minggu, 1 November 2026 - 11:19 WIB

Bupati Asel H. Mirwan MS Tetapkan Darurat Bencana untuk Masa 14 Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Bupati HMW Turun Langsung ke Lokasi Banjir Aceh Selatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:17 WIB

100 Hari Penentuan! Ayah Wa Tantang 10 Pejabat Baru Buktikan Kinerja

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Teuku Iskandar Nahkodai ORARI Bener Meriah

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:51 WIB

Saat DS diamankan di Mapolsek Tanah Jambo Aye oleh aparat kepolisian.

HUKOM

Motor Kurir SPX Dicuri, DS Diamankan Polisi

Minggu, 1 Nov 2026 - 17:38 WIB