Pelatihan Simulasi Bencana di Sabang Berakhir, Sekda: Amalkan Pelajaran Yang Diperoleh

Sekdako Sabang, Unsur forkopimda dan pihak BPBD serta BPBA poto bersama usai menutup kegiatan pelatihan simulasi di Sabang, Foto: Jalal

Sabang (ADC) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sabang Drs Zakaria,MM tutup simulasi yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), di Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, selama 2 hari diikuti unsur TNI/Polri, Pramuka, RAPI, PMI, Pemuda, Pelajar dan masyarakat.

“Saya sangat berterima kasih kepada BPBA atas pelatihan dril ini di Sabang, yang melibatkan unsur TNI/Polri, PMI, RAPI, pemuda, pelajar dan masyarakat, dengan harapan akan menjadi kesiapan bagi petugas apa bila terjadi bencana nantinya,” kata Sekda.

BACA JUGA...  SDN 1 Idi Berlakukan Shalat Dhuha bagi Guru dan Siswa

Dengan demikian nantinya tambah Sekda, petugas sudah tau apa yang harus dilakukan, ketika terjadi bendaca, maupun pasca bencana. yang kemudian petugas tau bagai mana menanggapai dan menangani masyarakat.

Dengan harapan, masyarakat setelah pelatihan ini akan terdidik nantinya. Sehingga, masyarakat akan tau di mana posisinya saat terjadi benvana, yang penting masyarakat bisa tenang, mengurangi korban diri sendiri dan warganya.

BACA JUGA...  Ketua DPRK Lhokseumawe Harap Semua Tenaga Honorer Dapat Bekerja Kembali

Disamping itu, masyarakat dapat meberi bantuan kepada masyarakat yang lebih memerlukan, apabila terjadi kepanikan saat menghadapi bencana tentunya, dengan kerja sama merupakan hal yang terpenting.

Jadi, di dril ini melatih kerjasama karena kerja sama masyarakat dengan petugas, dan kerja sama masyarakat dengan masyarakat sebagai dampak dari bencana itu sendiri merupakan hal terdepan menghadapi bencana.

BACA JUGA...  Anak TK Kartika XIV-5 Kota Langsa Belajar Upacara Bendera

“Saya pikir acara ini walaupun banyak kekurangan, tapi saya anggap sukses, karena mungkin setelah dulu pada tahun 2009 lalu pernah dilakukan dan tahun ini dilaksanakan kembali,” sebutnya.

Dijelaskan, rentan waktu menjadi kita lupa apa yang pernah dipelajari, mudah- mudahan kedepan kita minta dari provinsi akan lebh sering adakan kegiatan seperti ini. Karena masyarakat kan terus berganti- ganti. jelasnya.(Jalal).