Pertama; mengingatkan pemerintah agar proyek pengerukan tersebut tidak berdampak negatif bagi pulau-pulau mangrove (hutan lindung) dari aktivitas proses hidro-oseanografi.
Kedua; Perlu dilakukan kajian lingkungan dan studi Analisa Lingkungan yang komprehensif dan holistik terhadap aspek lingkungan hidup (tata ruang, fisik-kimia, biologi dan sosial kesehatan masyarakat).
Dan Ketiga; Mengutamakan tenaga kerja lokal atas setiap pekerjaan sehingga bisa mengurangi tingkat pengangguran dan mencegah timbulnya kecemburuan sosial.
Seperti diketahui, proyek itu direncanakan akan menjadi awal pengembangan Pelabuhan Kuala Langsa oleh PT Pelindo. Meski belum bisa memenuhi jadwal awal pada September 2023, proses tahapan dipastikan tengah berjalan.
Proyek pengembangan kawasan Pelabuhan Kuala Langsa tersebut bertujuan untuk peningkatan ekonomi pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Pelaksanaan proyek disebut akan mengikuti master plan PT Pelindo tahun 2005 dan Rencana Induk BRR tahun 2007 yakni pengerukan kedalaman 6-9 meter LWS (Low Water Spring) adalah muka air laut surut terendah. Di mana LWS nantinya akan dikaitkan dengan data hasil survey topografi dan penggambaran peta batimetri.
Pemerintah mengatakan, kegiatan dimaksud untuk membuka peluang tenaga kerja lokal, sehingga menunjang program pemerintah mengurangi tingkat pengangguran.




