Pawai Kapal Hias Hipnotis Ribuan Pengunjung di PKA Ke-8 

Kapal Hias di PKA Ke-8.

Almuniza melihat, para penonton juga memberikan sambutan positif kepada setiap peserta yang mengarungi Krueng Aceh, sebagai sungai penuh sejarah di Aceh.

“Kami mohon maaf juga kepada masyarakat yang mungkin terkena macet karena kegiatan ini karena memang banyaknya penonton. Kami sebagai penyelenggara atas nama Pemerintah Aceh mengucapkan terima kasih atas dukungannya,” ujar Almuniza.

BACA JUGA...  Kejar Potensi PAD, BPKK Sasar Pajak MBLB Pengguna Material Proyek di Aceh Tengah 

Beberapa peserta pawai kapal hias yang tampil dengan nuansa khas daerah masing-masing, seperti Kabupaten Aceh Selatan yang khas tampil dengan kapal bermoncong naga. Aceh Selatan digambarkan sebagai kapal pengangkut rempah dan erat kaitannya dengan posisi kabupaten itu sebagai penghasil pala terbesar.

Juga ada kapal dari Kota Banda Aceh yang digambarkan sebagai Armada Laksamana Cheng Ho, dalam sejarahnya datang dari Negeri China ke Bandar Aceh Darussalam (kini Banda Aceh).

BACA JUGA...  Pekan Raya Cahaya Aceh, Momen Kebangkitan Pelaku Ekraf

Selanjutnya kapal Aceh Barat, ditampilkan sebagai pengangkut rempah yang kerap singgah ke Bandar Meulaboh di masa lampau. Tak lupa meriam kuno khas Eropa menghiasi keladak kapal.

Kapal Aceh Jaya yang menampilkan kapal Nisero. Dalam sejarahnya Kapal Nisero adalah milik eropa yang kemudian disita para pejuang di kawasan Aceh Jaya yang saat itu dipimpin seorang panglima asal Teunom.