Partai Aceh Bentuk Kelompok Kerja Perlindungan Anak 

BANDA ACEH (MA) Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tahun 2024 Dewan Pengurus Pusat Partai Aceh (DPP-PA) mengadakan acara Focus Group Discussion (FGD) Perlindungan Anak bertempat di Kyriad Hotel Banda Aceh, Selasa,(23/7).

Acara yang berlangsung selama empat jam tersebut dihadiri oleh lima belas perwakilan lembaga pemerintahan dan non-pemerintahan atau organisasi masyarakat sipil.

BACA JUGA...  BSI Sosialisasi Program dan Produk Keuangan Kepada Pejabat dan ASN di Aceh Utara 

Diantara lembaga yang hadir adalah P2TP2A, Flower Aceh, Koalisi NGO HAM, PSG USK, UP2T Psikologi UINAR, PGSA UINAR, Yayasan Pulih, PKBI, The Aceh Institute, ESGE Study Center, LBH Banda Aceh dan LBH Anak.

Acara ini berangkat dari kekhawatiran terhadap kondisi anak-anak Aceh yang hari ini semakin rentan terhadap kekerasan. Data Statistik Kriminal 2022 yang dirilis oleh BPS yang menempatkan Aceh sebagai daerah dengan tingkat pelecehan dan perkosaan tertinggi di Indonesia dengan adanya 1.443 kasus sepanjang tahun 2022. Jumlah ini meningkat 23.9% dari tahun sebelumnya yang hanya 1.164 kasus.

BACA JUGA...  267 Calon Jamaah Haji Aceh Utara di Peusijuek

Hal ini diperkuat dengan temuan data dari DP3A yang juga menegaskan adanya peningkatan angka kekerasan yang signifikan dari tahun ke tahun. Tahun 2020 terdapat 905 kasus kekerasan yang meningkat menjadi 924 kasus pada tahun 2021. Sementara tahun 2022 terjadi lonjakan kasus yang signifikan sebanyak 104 kasus, sehingga dalam catatan dinas tercatat 1.029 kasus.