oleh

Para Pengulu Dukung Danau Segitiga Marpuge Menjadi Objek Wisata

BLANGKEJEREN (MA) – Bupati Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Aceh. H Muhammad Amru dan jajarannya lakukan ekspedisi ke objek wisata Danau Segitiga Marpuge, Rabu, 4 Maret 2020. Mendukung Zona Kawasan Hutan Danau Segitiga Marpuge menjadi objek dan destinasi wisata unggulan.

Dalam rombongan tersebut Bupati Gayo Lues pada ekspedisi pekan lalu ikut serta tiga Pengulu dari wilayah Kemukiman Marpunge. Pengulu yang ikut serta diantaranya Pengulu desa Pj. Singah Mule, Pengulu desa Jeret Onom Supratman dan Pengulu Pintu Gayo Hasan Saleh.

Baca Juga :

Presiden Minta Pengentasan Kemiskinan Terkonsolidasi, Terintegrasi, dan Tepat Sasaran

Bupati Gayo Lues Dan Kapolda Aceh Musnahkan Ladang Ganja Di Puncak Agusen

Keberangkatan mereka bersama Bupati untuk mendukung kawasan Zona hutan Marpunge menjadi objek wisata. Menurut mereka selama ini kawasan danau segitiga Marpunge dan pasir putih sering di kunjungi sejumlah wisatawan dari Manca Negara setiap tahun nya, namun hal tersebut hanya dimanfaatkan orang luar untuk meraup keuntungan dari kawasan yang di miliki wilayah tersebut.

Supratman, Pengulu desa Jerot Onom kepada mediaaceh.co.id mengatakan masyarakat di sekitaran kecamatan Putri Betung sangat mendukung danau segitiga marpunge dan pasir putih di jadikan objek wisata.

Baca Juga :

Cuaca Panas, Tak Pengaruhi Mental Personel Kodim 0104/Atim Laksanakan Pra TMMD Ke-107

Pembangunan Jalan Pada Pra TMMD ke-107 Tahap Penimbunan Badan Jalan

Karena kawasan tersebut sering di kunjungi oleh turis asing untuk bahan penelitian, namun dari kujungan para turis tersebut warga di sini menjadi penonton saja. Namun selama ini kawasan tersebut terus dijaga kelestariannya.

“Untuk itu atas kepulangannya bapak Bupati dari danau segitiga Marpunge, bisa menjadikan objek wisata serta di jadikan bahan penelitian bagi yang memerlukannya. Untuk itu perlu di bangun fasilitas di sana seperti jalan dan penginapan. Kami berjanji hutan tersebut akan kami jaga supaya tetap lestari demi kehidupan satwa yang ada di hutan tersebut,” paparnya. (Muhammad Hasan).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..