“Dengan pendekatan kolaboratif antara pertanian dan pertahanan, target swasembada pangan yang semula empat tahun bisa tercapai hanya dalam satu tahun,” ujar Menhan Sjafrie optimistis.
LAMPUNG UTARA | mediaa.co.id — Langit cerah di Desa Madukoro menjadi saksi lahirnya optimisme baru bagi kemandirian pangan bangsa. Pukul 10.00 WIB, Rabu lalu, ribuan petani dan prajurit TNI berbaur dalam Panen Raya Kedelai Nasional, yang digagas oleh Pengurus Besar Serikat Tani Islam Indonesia (PB STII) bersama Kementerian Pertahanan RI dan TNI.
Acara ini semula dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto, namun batal karena menghadiri KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur. Sebagai gantinya, kegiatan dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin.
Dalam sambutannya, Panglima TNI Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla menegaskan komitmen TNI untuk menjadi bagian penting dalam gerakan swasembada pangan nasional.
“TNI ingin berperan aktif memperkuat kemandirian pangan. Kita tidak boleh lagi bergantung pada impor kedelai,” tegas Panglima TNI.
Hadir pula Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Amran Sulaiman, MT, Kepala Staf Kepresidenan, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Laut, Gubernur Lampung, para bupati, serta unsur Forkopimda dan Kejaksaan Tinggi Lampung. Kehadiran lintas lembaga ini menjadi bukti keseriusan pemerintah mempercepat langkah menuju kedaulatan pangan nasional.




