Paket Hemat Kebijakan H. Mirwan MS  Menuai Protes, Tidak Adil dan Diskriminatif 

Rapat evaluasi program 100 hari kerja bupati dan wakil bupati Aceh Selatan bersama kepala OPD dan tim asistensi di Hall Pendopo Bupati, Rabu, (9/4).(poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

TAPAKTUAN | MA Paket kebijakan Bupati Asel H. Mirwan MS untuk menghemat  anggaran 2025, justeru tidak hemat jika dikaitkan dengan sosio-ekonomi masyarakat di sana.

Pasalnya, kebijakan yang eksekusi bupati melalui surat nomor 900/291 tahun 2025 itu akan  menambah beban sosial bagi masyarakat dan beban ekonomi kepada keluarga tenaga kontrak (honorer) di Aceh Selatan.

BACA JUGA...  Bupati Asel H. Mirwan MS Launching PKG

Beban masyarakat, mana kala mereka mundur  dari tenaga kontrak, otomatis memunculkan pengangguran baru. Sedangkan, beban ekonomi,  ketika mereka membawa pulang hasil kerja yang melorot dari rata-rata Rp. 1 Juta/bulan menjadi Rp.333 Ribu/bulan.

Dampak dari kebijakan  Bupati H. Mirwan MS dalam masa 100 hari kerja itu, menimbulkan sorotan tajam dan diprotes oleh berbagai kalangan. Tidak terkecuali  di platform medsos dan juga secara verbal di kedai-kedai kopi.

BACA JUGA...  Bupati Asel H. Mirwan MS Realisasikan Janji Mengeruk Sedimen Kuala Wangi

Misalnya, protes yang disampaikan Kordinator LSM Formaki Aceh Ali Zamzami yang mengatakan bahwa kebijakan Bupati Asel H. Mirwan MS itu tidak mencerminkan keberpihakan kepada golongan kecil.

“Kebijkan itu harus dicabut, karena tidak semestinya dijalankan. Selain tidak adil juga  juga bisa menimbulkan degradasi kepercayaan kepada bupati yang baru menjabat,” kata Ali Zamzami.