Sehingga menimbulkan kontroversi di dalam masyarakat. Kontroversi itu melahirkan opini yang bermacam-macam terhadap Bupati H. Mirwan MS, mulai dari diskriminatif, penakut dan, ambisi.
Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS belum mengkonfirmasi atas kebijakan yang disorot tajam tersebut.
Tetapi agar berita berimbang, mediaaceh.co.id, meminta tanggapan dari tim asisten program 100 hari kerja bupati antara lain, Drs. Tio Achriyat, Khairuman alias Keuchik Khairul dan Baiman Fadli, SH, namun, belum menanggapinya.
Kecuali yang mengatas namakan juru bicara pemerintah daerah, dalam hal ini disampaikan oleh Kadis Kominfo dan Persandian Aceh Selatan Munhar dalam realise yang dalam WAG Media Center Info, menyampaikan bahwa, langkah ini merupakan wujud modernisasi semangat gotong royong.
“Ini bukan sekadar kebijakan efisiensi, ini adalah dedikasi dari pegawai kontrak yang rela menjadi bagian dari solusi. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa dalam arti sebenarnya,” ungkapnya.
Namun, bagi para pegawai kontrak, kebijakan ini terasa seperti hadiah ulang tahun yang mengejutkan—bukan dalam arti yang menyenangkan.(Maslow Kluet).




