Muzirul: Aceh Merindukan Sentuhan Seorang Azhar Abdurrahman

Jumat, 19 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh (ADC)- Azhar Abdurahman nama lengkapnya, beliau adalah anak desa kelahiran Gampong Keude Kecamatan Krueng Sabe, Aceh Jaya. Lahir dari keluarga yang sederhana tak menyurutkan niatnya untuk mengapai asa dan cita-cita. Menempuh pendidikan formal dari Sekolah Dasar sampai menjadi seorang Sarjana lulusan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala tahun 1994 di Banda Aceh.

“Tidak banyak yang tau akan nasib seseorang, hingga Azhar Abdurahman menjadi Bupati Aceh Jaya selama dua periode,” demikian ungkapan yang disampaikan Koordinator Aliansi Peduli Bangsa Aceh (APBA) Muzirul Qadhi, mahasiswa melalui pesan WhatsApp kepada Media mediaaceh.co.id, Kamis 18 Juli 2019 malam.

Ia juga mengatakan, mantan pejuang Gerakkan Aceh Merdeka (GAM) tersebut, memulai karir politik nya di tahun 2006 bersama wakilnya Zamzami Rani. Dirinya maju melalui jalur independen, dan pasangan tersebut menang dengan torehan 21.883 suara.

Pasca Tsunami Aceh 26 Desember 2004, menjadi masa masa sulit bagi Bangsa Aceh ditengah konflik berkepanjangan. Namun sosok pemimpin Aceh Jaya itu, mampu mengubah kesenjangan sosial di daerah nya menjadi lebih baik. Berbagai macam program pro rakyat diluncurkan, mulai dari listrik gratis, beasiswa pendidikan, raskin, tunjangan lanjut usia, pembangunan infrastruktur dan lain sebagainya.

BACA JUGA...  Fraksi Parnas Bersatu DPRK Sabang Minta Usut PT PSM dan Ingatkan Oknum Pejabat Nakal

“Kepuasan rakyat, membuat Azhari kembali terpilih menjadi Bupati Aceh Jaya untuk Priode 2012-2017 dengan perolehan suara hingga mencapai 41.33 persen, hingga Azhari berdampingan dengan Tengku Maulidi sebagai wakilnya. Kegembiraan rakyat Aceh Jaya terhadap pemimpinnya, tercermin ketika pasangan Azhari dan Tengku Maulidi menang telak pada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) saat itu,” ujar Muzirul.

Lanjutnya menyampaikan, angka kemiskinan di Aceh Jaya menurun drastis di tahun 2005. Dimana saat itu, banyak bangunan porak poranda akibat bencana tsunami, bupati yang terpilih pada 2006 itu, harus bekerja ekstra menjadi sosok pemimpin yang tegas, peduli, sosial dan pemimpin modern.

“Bayangkan, di tahun 2005 per 31 Desember, angka kemiskinan Aceh Jaya mencapai 30.36 persen, berselang beberapa tahun terobosan yang ia kucurkan dahulu, menuai hasil pada tahun 2013 per 31 Desember. Dimana persentase kemiskinan Aceh Jaya turun hingga 17.53 persen, ini tidak terlepas dari tangan dingin sang mantan kombatan tersebut,” pungkasnya.

BACA JUGA...  Usai Dilantik, Setia Untung Arimuladi Langsung Aktif 

Selain itu, Muzirul juga mengatakan, di masa pembangunan Aceh, menurut saya, hari ini stagnan Bangsa Aceh memerlukan sosok pemimpin modern yang berjiwa sosial dan peduli terhadap kemajuan Bangsa Aceh. “Bagaimana tidak, Gubernur sudah silih berganti pasca Perdamaian Aceh, namun pembangunan masih jauh dari harapan, anggaran APBA yang begitu besar mestinya Aceh tidak termasuk menjadi daerah termiskin di Indonesia,” imbuhnya.

Tentunya sebagai masyarakat Aceh, kita sangat merindukan sentuhan sang mantan kombatan tersebut di awal Priodenya sebagai Legislatif terpilih Periode 2019-2024. 

Dirinya berharap, pimpinan Partai Aceh dapat memilih H. Azhar Abdurahman sebagai Ketua DPRA Aceh, melihat dari segi track record yang ia miliki selama dua periode sebagai bupati Aceh Jaya dengan berbagai prestasi yang ia raih, dengan mendapatkan suara terbanyak pada Pemilihan legeslatif (Pileg) 2019 dapil 10, dengan jumlah perolehan 18.917 suara. “Ini menunjukkan beliau memiliki kapasitas dan kualitas yang mumpuni di bidang kepemimpinan dan sangat layak untuk mendapatkan kursi ketua DPR Aceh.

BACA JUGA...  Laskar Panglima Nanggroe Angkat Bicara Terkait Mualem 

Lebih lanjut dia juga menambahkan, di tahun 2018, total dana APBA Rp15,1 triliun terdapat sebesar Rp8,1 triliun dari dana otsus, namun besaran anggaran tersebut belum memaksimalkan kinerja pemerintah Aceh.

“Kita buktikan dengan data BPS Maret 2018, jumlah penduduk miskin Aceh mencapai 839 ribu jiwa atau 15,97 persen dan pada tahun 2019 terjadi penurunan sedikit sebesar 15,68 persen, ini adalah angka yang cukup besar dan tidak sesuai dengan target pemerintah Aceh,” sebut Muzirul.

“Aceh masih memiliki tantangan yang cukup serius kedepan, jika kita bangsa Aceh tidak memilih leader yang tepat, maka Aceh Hebat hanya sebatas nawacita,” tutup Koordinator APBA ini. (Ahmad Fadil)

Berita Terkait

Karya Jurnalistik Warnai HUT RI ke-81 di Aceh Tengah, Ini Nama Pemenang 
Besok! Ribuan Pelajar Meriahkan Karnaval HUT RI ke-81 di Kota Panton Labu
Relawan Nusantara Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget
Rumah Reyot Barlian Kini Berdiri Kokoh, Buah Bhakti TMMD ke-129
Praktisi Hukum Soroti Keterlibatan Anggota DPRK Aceh Selatan dalam MBG, Dinilai Berpotensi Konflik Kepentingan
Mengembalikan Sejarah ke Tengah Masyarakat Gayo, Musara Alun Siap Jadi Lokasi HUT RI 81
Ketua Fraksi NasDem Novi Rosmita  Diduga Terlibat Aktif MBG, Partai Harus Bersikap
Sahabat Presisi Ingatkan Risiko Politisasi di Balik Isu Pergantian Kapolri

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:33 WIB

Karya Jurnalistik Warnai HUT RI ke-81 di Aceh Tengah, Ini Nama Pemenang 

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:35 WIB

Besok! Ribuan Pelajar Meriahkan Karnaval HUT RI ke-81 di Kota Panton Labu

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Relawan Nusantara Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Rumah Reyot Barlian Kini Berdiri Kokoh, Buah Bhakti TMMD ke-129

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Praktisi Hukum Soroti Keterlibatan Anggota DPRK Aceh Selatan dalam MBG, Dinilai Berpotensi Konflik Kepentingan

Berita Terbaru

Para siswa-siswi menyemarakkan HUT RI Ke-81 tahun 2026 dengan beragam penampilan pakaian di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Sabtu, (15/8).

PEMERINTAHAN

Ribuan Warga Terpukau dengan Penampilan Pelajar di Jalan Raya 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 17:14 WIB

Buati Asel H. Mirwan MS (HMW) menyiram salah satu pusara dalam komplek makam  Panglimo Rajo di Padang Keululum Ganpong Sapik, (15/8/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Forkopimda Aceh Selatan Ziarah 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:31 WIB

NANGGROE

21 Tahun Damai, Komunitas GDA Gelar Kirab Aceh 

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:21 WIB