“Saya ingin MTQ ini melahirkan qari dan qariah, hafiz dan hafizah, muballigh dan muballighah. Mereka akan jadi wajah Aceh Tengah ke depan, bahkan ke tingkat nasional,” ujar Yoga.
Acara malam pembukaan juga ditandai dengan penyerahan piala bergilir dari Kecamatan Bebesen, juara umum MTQ sebelumnya, kepada Bupati, lalu diserahkan ke panitia sebagai simbol dimulainya kompetisi.
Tak hanya itu, sebanyak puluhan dewan hakim dan juri resmi dilantik malam itu. Mereka akan menilai peserta di berbagai cabang lomba selama empat hari ke depan.
MTQ Digelar 4 Hari, Ada Kuliner hingga Bazar UMKM.
MTQ ke – XXXV ini akan berlangsung hingga 24 Juni 2025 dengan mempertandingkan berbagai cabang lomba, seperti tilawah, tahfiz, tafsir, fahmil, khat kaligrafi, hingga Qira’ah saba’ah.
Di luar arena lomba, kemeriahan juga hadir lewat bazar UMKM dan kuliner lokal yang ramai dikunjungi pengunjung. Lapangan Atu Lintang pun tak hanya menjadi panggung syiar, tapi juga pusat ekonomi kreatif masyarakat sekitar.
Sebagai tanda resmi dimulainya MTQ, Bupati bersama Forkopimda menekan tombol sirene. Tepuk tangan dan sorakan warga langsung membahana, menutup malam pembukaan yang sarat nuansa religi dan budaya. (AR)
Halaman : 1 2















