DUNIA  

Mimpi Buruk AS Akhirnya Terjadi di Kabul

example banner

 102 total views,  1 views today

Mimpi Buruk AS Akhirnya Terjadi di Kabul

banner 325x300

Mediaaceh.co.id – (Dunia), Presiden Amerika Serikat Joe Biden, yang cemas dengan penyelesaian evakuasi dari Afghanistan, menyaksikan skenario mimpi buruknya jadi kenyataan ketika bom di bandara Kabul pada Kamis (26/8) yang telah menewaskan sedikitnya 12 pasukan tentara AS.

Selain itu Bom bunuh diri yang meledak di luar bandara Kabul itu juga melukai 15 lainnya.

Presiden AS tengah berkumpul dengan para penasihat militer dan diplomatik senior di Ruang Situasi Gedung Putih untuk mengetahui perkembangan terbaru proses evakuasi ketika ledakan itu terjadi.

Pihak mereka tidak keluar dari Ruang Situasi hingga lebih dari dua jam kemudian, lalu Biden pindah ke Ruang Oval sementara sejumlah personel Pentagon ada beberapa yang mengenakan seragam telah keluar masuk Gedung Putih.

Dan beberapa anggota staf yang memantau peristiwa dari layar televisi di Sayap Barat Gedung Putih berteriak putus asa ketika jumlah tentara AS yang tewas menjadi bertambah.

Biden menyatakan telah marah dan sakit hati perasaanya mengatakn pada Kamis malam.

Biden dan Istrinya yaitu Jill mengaku bisa merasakan apa yang dirasakan keluarga para pahlawan yang berani hari ini, setelah putra mereka Beau yang menjadi mayor di Angkatan Darat tela meninggal akibat kanker otak yang oleh Biden dikaitkan dengan dinas militernya.

Dia berjanji akan memburu para penyerang dan menyebut tentara yang tewas sebagai pahlawan.

Karena mereka menjadi bagian dari apa yang saya sebut sebagai tulang punggung Amerika, mereka tulang belakang Amerika. Terbaik yang pernah dimiliki negara ini, tutur Biden.

Kelompok militan ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bom yang telah menewaskan sejumlah warga sipil.

Biden telah dikritik atas upaya evakuasi AS di Afghanistan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan ketika pasukan Amerika tengah ditarik mundur dari negara itu.

Selama beberapa hari sebelum serangan terjadi pada Kamis, Biden berupaya menyampaikan pesan bahwa AS meninggalkan Afghanistan untuk menyelamatkan nyawa tentara Amerika.

Kematian tentara AS dalam perang di Afghanistan sejak 2001 telah mencapai sekitar 2.500 orang.

kata Biden jika pasukan tinggal lebih lama di sana berarti dia akan terus “mengirim putra kalian, putri kalian. seperti putra saya dikirim ke Irak untuk menghadapi kematian. Dan untuk apa? Untuk apa?”

Pasukan tentara AS yang tewas pada Kamis merupakan yang pertama di Afghanistan sejak Februari 2020 dan Kamis menjadi hari paling mematikan bagi pasukan AS di sana dalam satu dekade.

Para kritikus menyalahkan insiden itu pada proses evakuasi AS yang tela tergesa-gesa, Sehingga memicu kemungkinan sekitar 1.000 warga Amerika tak bisa meninggalkan Afghanistan.

Mereka yang tewas merupakan bagian dari 5.200 tentara AS yang mengamankan bandara Kabul dalam proses evakuasi.

Senator Ben Sasse dari Partai Republik mengatakan Ini adalah mimpi buruk yang kami takutkandan itulah kenapa selama berminggu-minggu, militer, intelijen, dan para pemimpin kongres dari kedua partai memohon kepada presiden untuk melawan Taliban dan memperluas perimeter bandara.

Bob Menendez dari Partai Demokrat dan juga merupakan ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS mengungkapkan Ketika kita menunggu informasi lebih rinci, satu hal menjadi jelas: Kita tak bisa mempercayai Taliban atas keamanan warga Amerika.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...