Menjajakan Dagangan di Atas Jembatan Dinilai Menganggu Arus Lalu Lintas

Selasa, 4 Februari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen (MA) – Pedagang yang menjajakan berbagai jenis buah-buahan dan minuman siap saji yang mengambil dan menempati lokasi di atas Jembatan di Kota Jeunieb, Kabupaten Bireuen dinilai sangat menganggu arus lalu lintas yang melintasi jembatan tersebut.

Sumber yang dihimpun Media ini, para pedagang tersebut sangat leluasa beraktifitas menjajakan dagangannya tanpa ada peduli dengan keselamatan pengguna jalan yang melintas di atas jembatan yang letaknya dipusat kota.

Camat Kecamatan Jeunieb M. Yusuf S.Sos kepada wartawan menjelaskan, pedagang di areal Jembatan Pasar, Kecamatan jeunieb sudah pernah di peringatkan untuk tidak beraktifitas di atas jembatan, karena dinilai sangat mengganggu arus lalu lintas yang melintasi jalan negara Banda Aceh-Medan itu.

BACA JUGA...  Kemendes PDTT RI Buka Pelatihan Master Trainer Peningkatan Kapasitas PLD

“Saat ini Staf yang membidangi (kasi Tantib) sedang sakit, namun pihak Muspika akan segera mengadakan rapat Koordinasi dengan para pihak terkait, guna menertibkan pedagang Kaki Lima di sekitar pasar Jeunieb, terutama yang berjualan di atas jembatan,” Jelas Camat M Yusuf, baru-baru ini.

Dikatakan, M Yusuf, Muspika Jeunieb akan segera mengajukan permohonan ke Kabupaten menyangkut jadwal dilakukan penertiban, yang harus mendapatkan perintah Bupati Bireuen, yang eksekusi dilaksanakan bersama Satpol PP, dinas terkait, dan Muspika Kecamatan Jeunib, terutama pedagang yang memanfaatkan lapak di areal jembatan.

Salah seorang pedagang, Abdurrahman kepada media ini mengakui jika sering terjadi macet kendaraan yang akan melintasi di jembatan tersebut, terutama pada jam sore hari. Namun, kejadian tersebut meruapakan hal biasa, dan pihaknya dibenarkan berdagang dengan catatan setiap hari harus membayar kewajiban ke pengelola pasar (haria).

BACA JUGA...  Universitas Samudra Umumkan Tahap Pendaftaran SNMPTN Secara Online

“Setoran lapak, uang keamanan jaga malam dan restribusi sampah.” Sebut Abdurahman.

Sementara pedagang lainnya, Faisal mengakui jika dirinya berdagang di atas jembatan, karena harus menyewa lapak dari orang lain untuk bedagang. Itupun, harus membayar sampai Rp 1,5 juta/tahun. Banyaknya pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk menempati lapak tersebut, yang setiap harinya harus membayar untuk pengelola pasar (haria) Rp.3.000,- Biaya Keamanan Jaga Malam sebesar Rp. 5.000,- belum lagi retribusi sampah, yang harus membayar setiap bulannya, plus sewa lapak.

BACA JUGA...  Filda Yulisbar: Perusahaan Angkutan Jangan Naikan Tarif 

“Walapun kutipan yang di dilakukan pengelola pasar pada setiap harinya, tidak pernah menyertakan lembaran Tiket resmi ataupun bukti penerimaan dari pihak pengelola pasar,” sebut Faisal.

Kasatpol.PP/WH Kabupatyen Bireuen, Jamaluddin, SP kepada media ini menjelaskan, untuk penertiban tingkat kecamatan, pihaknya tidak bisa bergerak tanpa adanya perintah dari Bupati Bireuen untuk melakukan penertiban.

“Seperti pedagang diatas Jembatan Pasar Jeunieb, oleh pihak Camat Jeunieb harus mengajukan permohonan bantuan penertiban Kepada Bupati Bireuen, Nantinya, atas perintah Bupati Bireuen, pihak Satpol PP, baru bisa melakukan penindakan,” Jelas
Jamaluddin di ruang kerjanya, Rabu (29/1), Pekan lalu.(Juwaini / Maimun Mirdaz).

Berita Terkait

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 
Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 
Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh
Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan
Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 
Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa
Ayah Wa Umumkan Penerima Bantuan Bencana Sebesar Rp328,456 M
Ayah Wa dan Rombongan Disambut di Acara HUT Pidie Ke-515

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:23 WIB

Pasar di Aceh Selatan Sepi, Ini Penyebabnya 

Selasa, 22 September 2026 - 17:58 WIB

Jelang HUT TNI Ke-81, Warga Serbu Pasar Murah 

Selasa, 22 September 2026 - 16:15 WIB

Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh

Selasa, 22 September 2026 - 07:42 WIB

Buaya Masih Berkeliaran, Bupati Terkesan Lepas Tangan

Senin, 21 September 2026 - 15:49 WIB

Iskandar: Terima Kasih Ayah Wa, Sudah Mengobati ODGJ di Aceh Utara 

Berita Terbaru

KESEHATAN

Bank Aceh Sosialisasi IBC Ke Sekolah 

Rabu, 23 Sep 2026 - 22:58 WIB

NEWS FEATURE

SLCN Perkuat Kesiapsiagaan Nelayan Hadapi Cuaca

Rabu, 23 Sep 2026 - 17:46 WIB

RAGAM BERITA

Pilar Wirotama: Tantangan Komunikasi Bukan Sekadar Framing

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:15 WIB

NASIONAL

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:10 WIB

Foto bersama kedutaan besar Myanmar, Mang Hau Thang didampingi Counsellor Shwe Yi Phyo, First Secretary San Nyunt Aung, dan Chief of Chancery Htet Htet Aung dan KSMI, Ketua Umum Yan Mulia Abidin, dan pengurus lainnya, Tundra Meliala, Moko Pamungkas, Meina Paloh, M. Iksan Tauleka, Dudung Abdul Rachman, Marino. (Dok.KSMI)

OLAHRAGA

Perkuat Persahabatan Asia, Myanmar Bergabung 

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:05 WIB