Kemendes PDTT RI Buka Pelatihan Master Trainer Peningkatan Kapasitas PLD

Rabu, 30 Oktober 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, (MA) –  Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar, dengan resmi membuka Pelatihan Master Trainer Peningkatan Kapasitas Pendamping Lokal Desa (PLD) dalam rangka penguatan kapasitas PLD untuk mendukung pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID) tahun, di Hotel Aston Jakarta. Senin 28/10/2018. bertempat di Hotel Aston Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Anwar Sanusi, Pejabat Eselon I Lingkup Kementerian Desa PDTT, Pejabat Eselon II Lingkup Direktorat Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perwakilan Tim Program Inovasi Desa- Bank Dunia, 27 orang fasilitator, dan 243 orang Tenaga Ahli dari 33 Provinsi se-Indonesia.

Hal ini sesuai dengan Visi-Misi Presiden Joko Widodo, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran pesisir dan daerah pendalaman perdesaan hingga ke kota dengan memperkuat sistem Pemerintah Desa(Pemdes), tentu desa kini telah menjadi ujung tombak pemerintahan ditingkat bawah. Melalui program Dana Desa(DD) yang benar-benar Cash Gor Work diharap bisa menghadirkan pemerataan ekonomi yang berkeadilan untuk seluruh elemen rakyat Indonesia.

BACA JUGA...  272 Kepsek di Aceh Utara Dilantik, Wabup:  Perbanyak Guru Penggerak

Sebutnya dalam penyampaian itu, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, mengatakan, efektivitas program Dana Desa dan eksistensi Kementerian Desa, diukur ketika semua warga desa sudah merasakan dampak positifnya dengan bergulir pemerataan pembangunan diberbagai sektor publik di lingkup Pemdes, melalui adanya Dana Desa akan azas manfaatnya terwujud. Ini adalah salah satu indikator capaian kesuksesan atas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab semua stakeholder.

“Cara berpikir kita hari ini adalah bagaimana membangun paradigma mensert, dimana kita menuju kepada rasa kepemilikan dan pengakuan oleh warga desa, bahwa Dana Desa memang memberi manfaat. Bukan sekadar suara-suara saja saat tapi tidak tercermin dalam kebijakan pembangunan. Semua instrumen yang ada kita gerakan untuk mewujudkan suatu situasi bahwa masyarakat merasakan manfaat Dana Desa,” Katanya Kemendes dihadapan tamu undangan.

BACA JUGA...  Pemuda Cinta Aceh Adakan Diskusi Keacehan Membahas MoU Helsinki

“Kepala daerah dihasilkan dari sebuah proses pemikiran yang substantif dalam pembangunan. Dimana pembangunan yang substantif adalah desa. Akumulasi keberhasilan desa adalah keberhasilan kecamatan, sedangkan akumulasi keberhasilan kecamatan adalah keberhasilan kabupaten.  Lalu, akumulasi keberhasilan kabupaten adalah keberhasilan provinsi, akumulasi keberhasilan provinsi itulah Indonesia. Ini adalah model pembangunan yang benar bagi saya,” ujar Abdul Halim

Tambah Abdul Halim, Substansi otonomi daerah, bukan berada di kabupaten, tetapi justru berada di desa. Karena di desa permasalahan rakyat yang sebenarnya, dimulai dari kemiskinan hingga problem stunting. Di desa pula tempat penyelesaian berbagai permasalahan di masyarakat.

“Kalau cara berpikir kita senantiasa pada fakta yang ada didesa, maka tidak akan salah dan tepat sasaran,” yakin Mendes.
Halim juga menyampaikan, bahwa situasi, kendala dan pendukung dalam mencapai tujuan yang diinginkan, membutuhkan ketelatenan maupun waktu. Sehingga diharapkan para Koordinator Lapangan (Koorprov) Tenaga Pendamping Desa melakukan analisis lebih dalam tentang faktor-faktor apa saja yang menjadi hambatan dan solusi.

BACA JUGA...  Komisioner KIP Aceh Selatan periode 2024-2029 Dilantik

Senada dengan Mendes, Dirjen PPMD Taufik Madjid menjelaskan, pelaksanaan konsolidasi pelatih master ini merupakan bagian dari proses untuk mengawal keberlanjutan praktek-praktek baik hasil Program Inovasi Desa (PID). Dalam bidang ekonomi, PID telah memfasilitasi pengembangan kemitraan kelembagaan ekonomi desa dan antar desa dengan pihak ketiga.

Model kemitraan ini diharapkan memacu pertumbuhan ekonomi desa dan antar desa, sekaligus menjadi media pembelajaran bagi masyarakat desa tentang tata kelola kelembagaan ekonomi desa.

“Diharapkan kegiatan ini dapat memenuhi harapan Pak Menteri sesuai dengan visi misi Presiden, untuk meningkatkan sumber daya manusia dengan meningkatkan program-program pendampingan,” terang Dirjen PPMD Taufik Madjid. ( R ).

Berita Terkait

Kapolsek Tanah Jambo Aye Gelar Sosialisasi Perlinsos di Buket Jrat Manyang 
Haili Yoga: MPP Citra Pelayanan Daerah
HSN 2026, Aceh Tengah Gaungkan Perlindungan Santri
Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026
Aceh Utara Peringati HSN 2026, Ayah Wa Ajak Santri Menguatkan Negeri 
Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri
Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah
Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Kapolsek Tanah Jambo Aye Gelar Sosialisasi Perlinsos di Buket Jrat Manyang 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Haili Yoga: MPP Citra Pelayanan Daerah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:29 WIB

HSN 2026, Aceh Tengah Gaungkan Perlindungan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Aceh Utara Peringati HSN 2026, Ayah Wa Ajak Santri Menguatkan Negeri 

Berita Terbaru

Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M. Si.

PEMERINTAHAN

Haili Yoga: MPP Citra Pelayanan Daerah

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:51 WIB