Langkah kecil ini menjadi secercah harapan baru bagi masyarakat di perbatasan Aceh-Sumatera Utara itu. Sebab, selama bertahun-tahun mereka merasa “dilupakan” oleh program besar infrastruktur nasional yang kerap terfokus di kota-kota besar.
Dari Bumi Muda Sedia untuk Republik.
ACEH TAMIANG, daerah yang kerap dijuluki Bumi Muda Sedia, sejatinya menyimpan potensi besar: perkebunan sawit, karet, kopi, serta hasil pertanian rakyat. Namun, tanpa jalan yang layak, potensi itu tak pernah menjelma menjadi kesejahteraan.
Dalam catatan Pemerintah Kabupaten, lebih dari 120 kilometer jalan kabupaten masih dalam kondisi rusak berat.
“Perbaikan dan pembangunan jembatan akan kami kejar. Tidak semua harus menunggu APBD, tapi dengan kolaborasi bersama pusat,” tegas Armia.
Kunjungan ke Jakarta kali ini adalah bagian dari misi diplomasi pembangunan [bukan untuk mencari pencitraan, tapi memperjuangkan keadilan pembangunan bagi wilayah kecil di pinggiran Republik].
Sinyal Masa Depan; Dari Rencana ke Aksi.
PERTEMUAN singkat itu mungkin tak langsung menghadirkan jalan baru, tapi ia menjadi titik awal dari perubahan kebijakan. Bagi Armia, jalan bukan sekadar jalur transportasi, melainkan urat nadi ekonomi dan simbol hadirnya negara di daerah.





