Abdya (ADC) Harapan sejumlah masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) semakin membesar. Betapa tidak, sebagai salah satu kabupaten pemekaran, Abdya masuk dalam zona pengusulan kawasan ekonomi tersebut.
Namun, meskipun sudah menjadi pembicaraan di tengah-tengah masyarakat Abdya saat, KEK itu perlu penjelasan dari Pemerintah, terkait manfaat dan kegunaan dan lokasi pasti KEK itu nantinya.
Hal itu ditegaskan salah seorang mantan anggota DPRK Abdya yang juga salah satu pengusaha di Kabupaten Abdya, Elizar Lizam. Menurutnya, Pemerintah dipandang perlu menjelaskan terkait dengan KEK itu kepada masyarakat luas.
“KEK, Apa itu?. Perlu penjelasan dari pemerintah manfaat dan kegunaaan KEK bagi daerah dimana KEK itu berada,” sebut Elizar Lizam.
Lebih lanjut, Elizar Lizam mengakui, pengusaha masih banyak yang belum tahu tentang KEK itu secara detail. “Hal ini pernah terjadi ketika kami masih di DPRK, apa itu WTP, WDP atau disclamer yang merupakan pendapat Akuntan terhadap sebuah laporan keuangan,” katanya.
Lebih tegas, Elizar Lizam beranggapan, sosialisasi atau penjelasan KEK itu kepada pengusaha dan masyarakat umum perlu dilakukan, sehingga pengusaha tidak menjadi penonton di daerah sendiri.
“Pengusaha perlu dijekaskan tentang KEK agar mereka tidak menjadi buya krueng teu dongdong, buya tamong meuseuraya,” sebut Elizar Lizam.
Pada kesempatan itu, Elizar Lizam juga menyebutkan, jika KEK dipusatkan di Surin Abdya, pengusaha lokal siap mendukung. “Dukungan pengusaha sangat kuat, yang diinginkan pengusaha saat ini adalah penjelasan tentang KEK itu,” tuntasnya.(TM).




