Mahasiswa Pertanian Unsyiah Sampaikan Inovasi Pengendalian Hama Wereng Coklat Kepada Petani

Kamis, 18 Juli 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen (ADC)- Mahasiswa  Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) BR066 di Gampong Meunasah Dayah, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan peninjauan serta bertatap muka dengan petani dipersawahan yang terkena dampak serangan hama wereng coklat.

Menurut keterangan petani kepada mahasiswa, serangan hama wereng ini mulai terjadi sejak tahun 2018 lalu. Pada tahun sebelumnya, belum pernah terjadi serangan hama wereng seperti ini. Serangan ini muncul pada saat musim penamaan padi hingga usia pemanenan. Hal ini dapat menimbulkan keresahan dan kerugian yang sangat besar pada petani. 

Hal itu disampaikan Ramadani Syapitra, Mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Unsyiah, melalui pesan WhatsApp kepada Media mediaaceh.co.id, Kamis 18 Juli 2019.

BACA JUGA...  Ayah Wa dan AHY Satu Meja di Acara Gala Dinner ICI 2025, Ini yang Dibahas

Ramadani mengatakan, hama wereng menyerang tanaman padi dengan cara mengisap cairan yang ada pada batang padi, sehingga menyebabkan kerusakan pada bagian sel batang padi serta terganggunya proses translokasi air dan unsur hara pada tanaman padi.

“Faktor penyebab terjadinya serangan hama wereng antara lain, lingkungan yang sesuai bagi hama wereng, pola tanaman yang dilakukan secara terus menerus, penggunaan bibit yang tidak tahan serangan hama, penggunaan pestisida kimia secara terus menerus, pengaturan jarak tanam yang tidak sesuai, serta tidak dilakukannya tanam serentak pada daerah area persawahan,” ungkap Ramadani.

Ia juga menyebutkan, pengendalian hama menggunakan tanaman refugia, merupakan salah satu alternatif yang sangat tepat dilakukan pada tanaman padi.

BACA JUGA...  Transformasi Timnas Indonesia : Dari Harapan Menjadi Kenyataan

“Tanaman refugia dapat mendatangkan serangga pada malam hari, dikarenakan serangga suka dengan berbagai warna pada bunga seperti kuning dan merah. Serangga yang datang pada tanaman refugia, terdiri dari serangga hama dan serangga musuh alami seperti predator dan paraditoid,” katanya.

Kepada media ini, Ramadani juga menyampaikan, dengan adanya musuh alami serangga hama pada tanaman padi, sehingga penanganan hama wereng dapat dikendalikan secara alami tanpa ada campur tangan manusia, tidak merusak lingkungan, serta dapat meningkatkan produksi hasil panen pada tanaman padi setiap tahunnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan, pengendalian hama wereng ini bertujuan, untuk mencegah serangan hama pada tanaman padi dan pengurangan pemakaian pestisida kimia yang dapat menimbulkan kerusakan pada lingkungan.

BACA JUGA...  Batik "Nyan Cap" Dipromosikan di HPN, Cut Anda Apresiasi PWI dan IKWI

“Supaya petani dapat memahami hal tersebut, Ramadani memberikan sosialisasi alternatif pengendalian hama wareng dengan menggunakan bunga kenikir, bunga tembelek ayam, dan bunga matahari. Tujuannya adalah, bisa menurunkan angka pengeluaran petani,” tutur Mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian ini.

Lebih lanjut, ia juga menambahkan, dengan adanya inovasi yang telah disosialisasikan, kami berharap, warga dapat menerapkan sistem pengendalian hayati seperti penamaan tanaman refugia yang telah disampaikan, sehingga tidak menyebabkan terjadinya kerusakan pada lingkungan dan tetap terjaga ke alamian lingkungan setempat. Hal ini sangat penting,” tutup Ramadani Safitra. (Ahmad Fadil)

Berita Terkait

Nasir Nurdin Silahturahmi, PWI Simeulue: Dua Periode 
PSI Aceh Gelar Pelatihan Jurnalistik 
Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 
Pengurus PWI Sulsel Dilantik, Cek Munir: Pers Tak Akan Mati, Jurnalistik Akurat Tetap Utama
DPW Pendawa Sumut Gelar Silaturahmi
PA Sukses Gelar Pendidikan Politik untuk Anggota
Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 
Organisasi Pers Dukung Nasir Nurdin Maju Ketua PWI Aceh Periode 2026-2031

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Nasir Nurdin Silahturahmi, PWI Simeulue: Dua Periode 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:11 WIB

PSI Aceh Gelar Pelatihan Jurnalistik 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pengurus PWI Sulsel Dilantik, Cek Munir: Pers Tak Akan Mati, Jurnalistik Akurat Tetap Utama

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:38 WIB

DPW Pendawa Sumut Gelar Silaturahmi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

HSN 2026, Aceh Tengah Gaungkan Perlindungan Santri

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:29 WIB

Pengurus dan anggota PWI Simeulue berdiskusi dengan kandidat Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin pada acara perpisahan di Pelabuhan Penyeberangan Sinabang, Kamis sore, 22 Oktober 2026. (Foto: Ricky PWI Simeulue)

RAGAM BERITA

Nasir Nurdin Silahturahmi, PWI Simeulue: Dua Periode 

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:20 WIB

RAGAM BERITA

PSI Aceh Gelar Pelatihan Jurnalistik 

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:11 WIB

Kakankemenag Aceh Utara H. Fadli, S. Ag., M. Si.

PEMERINTAHAN

Kakankemenag Aceh Utara Apresiasi Ayah Wa Sukseskan HSN 2026

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:19 WIB