“Harusnya si Kepala BGN itu fokus memperbaiki manajemen MBG, memastikan nilai gizinya seimbang, dan mengawasi anggaran negara agar tepat sasaran. Bukan malah menyerempet dan ngomong ngawur soal pendidikan orang tua,” tambah Mukhsin.
Pendidikan Itu Privasi, Faktornya Ekonomi Bukan Ijazah
Lebih jauh, Mukhsin menjelaskan bahwa pendidikan adalah hak privasi setiap orang dan tidak bisa dijadikan alat untuk membandingkan martabat atau kemampuan seseorang.
“Setiap orang tua, sekalipun tidak berpendidikan tinggi, pasti punya nurani dan kasih sayang. Mereka pasti memikirkan yang terbaik untuk anaknya. Memberi gizi baik itu bukan faktor pendidikan, tapi faktor kemampuan ekonomi! Tidak ada orang tua yang tega memberi makan anaknya sembarangan, semua ingin terbaik tapi kembali lagi pada apa yang mampu mereka bayar,” jelasnya.
“Ini dasar berpikir yang harus dimengerti Dadan Hindayana agar tidak terus-terusan bicara ngawur dan menyinggung harkat martabat rakyat,” tambahnya.
Lebih Baik Mundur Aja Daripada Nodai Nama Baik Presiden
Mukhsin menuntut agar sebagai pejabat negara, Dadan harus lebih berhati-hati dan punya rasa empati. Jangan sampai strata pendidikan dijadikan alasan untuk membenarkan kegagalan program.




