Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian seni dan budaya daerah dengan mendorong lebih banyak kegiatan serupa.
“Melalui festival ini, kita ingin memastikan bahwa lagu Gayo jemen tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal luas, bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya.
Menjaga Warisan Budaya di Tengah Arus Modernisasi
Ketua panitia festival, Ani Pinussa, menjelaskan bahwa selain untuk memeriahkan HUT Kota Takengon, festival ini bertujuan untuk menghidupkan kembali lagu-lagu tradisional Gayo di tengah masyarakat.
“Kami ingin mendorong generasi muda agar lebih menghargai dan mencintai lagu-lagu warisan leluhur. Festival ini menjadi wadah untuk mengapresiasi dan mempromosikan lagu Gayo jemen agar tetap lestari di tengah arus modernisasi,” ujar Ani.
Mengusung tema “Ekspresi Jiwa di Balik Sejuta Lagu Gayo”. Festival ini berlangsung selama dua hari, dari 8 hingga 9 Februari 2025. Puluhan peserta dari Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah turut ambil bagian, bersaing memperebutkan hadiah jutaan rupiah serta sertifikat penghargaan.
Ani berharap festival ini dapat menjadi langkah konkret dalam mempertahankan eksistensi lagu Gayo Jemen di tengah masyarakat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















