“Impian kami adalah menjadikan Kota Tapaktuan sebagai ikon wisata Aceh Selatan dan salah satu tujuan wisata utama di Aceh,” katanya.
Sebagai bagian dari strategi branding, pihaknya juga telah memperkenalkan tagline pariwisata Aceh Selatan, dengan logo Tapak Tuan Tapa sebagai ikon utama dan slogan “Aceh Selatan Ceudah”.
Muchsin menegaskan bahwa sektor pariwisata tidak hanya berkontribusi pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga berdampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Saat berbicara mengenai PAD, kita tidak hanya melihat dari retribusi yang dipungut oleh Dinas Pariwisata, tetapi juga dari berbagai sektor terkait yang dikelola oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD),” jelasnya.
Dalam tiga tahun terakhir, PAD dari sektor pariwisata terus meningkat, dengan kontribusi lebih dari Rp2 miliar. Pemasukan ini berasal dari berbagai sumber, termasuk pajak restoran, pajak perhotelan, retribusi parkir, dan retribusi masuk ke lokasi wisata.
“Kenaikan pendapatan ini tentu sejalan dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Aceh Selatan,” tutupnya.(Maslow Kluet)




