Muchsin menambahkan, dalam tiga tahun terakhir, promosi wisata terus digencarkan melalui berbagai saluran, termasuk media mainstream, televisi, video promosi, serta platform digital dan media sosial lainnya.
“Dengan promosi yang kami lakukan, kita bisa mengukur peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Aceh Selatan. Salah satu indikatornya adalah data jumlah tamu yang menginap di 22 fasilitas penginapan yang ada. Hasilnya, dalam setahun terakhir, jumlah tamu yang menginap mencapai 50 ribu jiwa, baik wisatawan domestik maupun mancanegara,” jelasnya.
Berdasarkan data tersebut, diperkirakan jumlah total wisatawan yang berkunjung ke Aceh Selatan bisa mencapai lebih dari 100 ribu jiwa, termasuk wisatawan yang tidak menginap.
Peningkatan jumlah wisatawan ini juga berdampak pada pertumbuhan sektor pendukung, seperti bertambahnya fasilitas penginapan baru, serta menjamurnya restoran dan kafe di berbagai kawasan wisata.
“Kami semakin optimis bahwa sektor pariwisata Aceh Selatan akan terus berkembang dan menjadi destinasi unggulan di Aceh,” tambahnya.
Ke depan, pihak Dinas Pariwisata berencana menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk beberapa lokasi wisata yang mulai berkembang. Tujuannya agar pembangunan dilakukan secara terarah dan tepat sasaran, mengingat pengembangan sektor wisata melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah, swasta, UMKM, pelaku wisata, dan pegiat lingkungan.




