Berbeda dengan mekanisme bantuan reguler yang kerap memerlukan proses administrasi panjang, pendekatan teritorial memungkinkan identifikasi langsung berdasarkan laporan Babinsa dan perangkat desa.
Meski demikian, pengamat sosial di Pidie menilai program semacam ini tetap membutuhkan sinergi lintas sektor. Renovasi satu rumah tidak serta-merta menyelesaikan persoalan kemiskinan yang bersifat sistemik.
Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas sosial, dan unsur keamanan agar penanganan lebih terintegrasi.
Di lokasi kegiatan, Staf Ahli Kabupaten Pidie, unsur Polres Pidie, Camat Kota Sigli, serta aparatur desa turut hadir.
Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan adanya koordinasi, meski belum seluruh kebutuhan perumahan warga miskin terpetakan secara menyeluruh.
Bagi Jai Mikarza dan Mumun Sofiah, rumah baru ini adalah jawaban atas doa panjang mereka. Dengan mata berkaca-kaca, Jai menyampaikan rasa syukurnya.
“Rumah ini impian kami. Dulu kalau hujan kami tidak bisa tidur nyenyak. Sekarang alhamdulillah sudah layak,” ujarnya pelan.
Secara simbolik, kunci rumah itu menandai lebih dari sekadar bantuan fisik. Ia menjadi representasi kehadiran negara melalui TNI di wilayah pedesaan.




