KPK: Bakri Siddiq Secepatnya Evaluasi Kinerja SKPK

Jumat, 14 Oktober 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

100 Hari Kerja Bakri Siddiq Terbuai Bisikan Manis

BANDA ACEH, (MA) Persoalan mendasar yang membuat kepemimpinan Pj Walikota Banda Aceh Bakri Siddiq sangat memprihatinkan adalah kinerja SKPK yang sangat lambat. Sehingga hingga 100 hari kerja, Pemko Banda Aceh di bawah kepemimpinan Bakri Siddiq seakan-akan hanya polesan pencitraan tanpa kerja nyata.

“Untuk memaksimalkan kerja, Pj Walikota Bakri Siddiq harus berani melakukan evaluasi kinerja SKPK. Jika tidak, maka kepemimpinan Bakri Siddiq akan berpotensi gagal dan terus dalam lamunan halusinasi seakan-akan berhasil hingga mendagri melakukan evaluasi dan membuktikan kinerja pemko Banda Aceh memprihatinkan. Disitu Baru Pj Walikota tersadarkan, apa artinya jika nasi sudah menjadi bubur,” ungkap Kaukus Pemuda Kota (KPK) Ikhwan Kartiawan kepada media, Jum’at 14 Oktober 2022.

Menurut KPK, selama ini kerja sejumlah SKPK tak lebih dari menyenangkan hati Pj Walikota agar tidak dilakukan mutasi. Sementara, untuk kerja nyata memberikan pelayanan terbaik serta menjalankan program kerakyatan masih jauh api dari panggang. “Semestinya, Pj Walikota Banda Aceh belajar banyak dari daerah lain yang capaian Pj Kepala Daerahnya lumayan. Mereka melakukan sejumlah peremajaan dan penyegaran di tataran SKPK agar capaian kerjanya maksimal,” jelasnya.

Ikhwan mengatakan, 100 hari Bakri Siddiq memimpin Banda Aceh sejak dilantik pada 7 Juli 2022 lalu, justru yang menonjol adalah inflasi Banda Aceh yang sudah mencapai 5,73%, pendapatan asli daerah yang tidak maksimal, program kerakyatan yang terhambat serta sejumlah polemik lainnya. ” Ini menunjukkan kinerja SKPK dalam lingkungan Pemko Banda Aceh selama ini sangat lambat dan memilukan. Apalagi Bakri Siddiq selama ini sebagai pimpinan terlihat kurang tegas dan lebih mudah di nina bobokan dengan bahasa manis seakan-akan menunjukkan loyalitas dan sejumlah dalih-dalih atau lempar bola kesalahan agar pejabat SKPK terkait bisa aman dengan posisinya. Padahal, inti dari loyalitas kepada pimpinan dan integritas seorang pejabat Pemko itu sebenarnya harus ditunjukkan dalam bentuk kerja nyata bukan bisikan manis asal bapak senang belaka. Kalau kita cek e-sp2d kota B. Aceh, mayoritas yang dieksekusi SKPK selama kepemimpinan Bakri Siddik, bukan program kerakyatan atau keagamaan tapi operasional rutin perangkat daerah dominannya, disini saja sudah dapat kita lihat persentasenya, berapa banyak program pemko untuk rakyat dan keagamaan yang direalisasikan padahal sudah memasuki akhir triwulan ketiga dan pemko hanya punya waktu sekitar 3 bulan lagi sebelum tutup buku tahun anggaran ,”jelasnya.

BACA JUGA...  BAS Raih Penghargaan Bergengsi di 6th Anniversary Indonesia 20 Syariah Awards 2026, Fadhil Ilyas Dinobatkan Sebagai Best CEO

Selama kepemimpinan Bakri Siddiq, roda pemerintahan sangat tidak stabil faktanya persentase capaian program dan kinerja menunjukkan sangat memilukan. “Jika tidak segera dievaluasi dan dilakukan penyegaran maka imbasnya jangankan untuk memaksimalkan kinerja dan melakukan terobosan, bahkan mengimplementasikan program yang sudah ada saja akan sulit dicapai,” tegasnya.

Dia mencontohkan, Bakri Siddiq baru tersadar dan melakukan program pasar murah setelah angka inflasi Banda Aceh naik signifikan dan bertentangan dengan amanah presiden yang mengharuskan pemda melakukan pengendalian inflasi agar tetap di bawah 5%. Belum lagi berapa banyak SPD program kerakyatan yang ditahan, berapa banyak sumber PAD yang masih tak jelas dan belum dikutip serta berapa potensi kebocoran PAD yang telah diantisipasi. “Itu hanya contoh dampak ketidaktegasan Pj Walikota dalam menjalankan pemerintahan. Bahkan kita meyakini jika hal ini berlanjut maka persoalan di masyarakat hingga optimalisasi program amanah pemerintah pusat baru dijalankan ketika Pj Walikota sudah mendapat teguran dari mendagri mewakili pemerintah pusat,” bebernya.

BACA JUGA...  Sat Resnarkoba Kembali Menangkap Tahanan Yang Kabur Dari Sel Polresta Banda Aceh

Ketidakmampuan Bakri Siddiq dalam mengendalikan kinerja SKPK akan menjadi akar permasalahan yang berimplikasi kepada gagalnya Bakri Siddiq dalam memimpin Banda Aceh nantinya. “Hal yang harus disegerakan oleh Pj Walikota Bakri Siddiq adalah melakukan mutasi dan penyegaran berdasarkan kinerja dan sesuai dengan aturan. Aturan membolehkan, peluang itu ada, tinggal lagi dilakukan evaluasi kinerja dan disegerakan keremajaan struktur agar capaian kerja sesuai dengan harapan rakyat dan amanah pemerintah pusat,” imbuhnya.

Masih kata Ikhwan, jika bicara PAD ada 11 SKPK yang terlibat didalamnya, jika bicara inflasi ada SKPK dan tim yang diamanahkan, begitupun kalau bicara program kerakyatan dan keagamaan. “Ya, tinggal kinerjanya di-tracking dan di evaluasi. Apa perlu publik membeberkan terlebih dahulu mana saja rumah ibadah dan program kerakyatan yang tak berjalan, mana saja sektor pelayanan yang tak maksimal dan mana saja PAD yang selama ini tak dikutip, baru kemudian Pj Walikota menyadarinya. Yang perlu dicatat Pj Walikota kinerjanya bukan hanya dimonitoring rakyat, tapi juga di awasi pemerintah pusat, jika terus merasa senang dengan pencitraan tanpa bukti kinerja pasti, dampaknya justru rakyat dirugikan, pemerintah pusat sebagai pemberi mandat marwahnya tercoreng, tentu ini tidak kita inginkan,” katanya merasa prihatin.

BACA JUGA...  H. Mirwan MS Buka Musrenbang 2026, Bulatkan Tekad untuk Pembangunan Maju dan Produktif 

Pihaknya juga menyarankan Bakri Siddiq segera menata kembali kabinetnya berdasarkan capaian kerja. “Kalau Pj Walikota tegas, caranya cukup simpel. Tinggal dicek satu-satu capaian kerja, serapan anggaran, serta berapa banyak program yang belum terealisasi di suatu instansi, jika memang kinerjanya tak benar ya pejabatnya diganti, dan letakkan yang lebih mampu, toh mendagri memberikan peluang untuk mutasi tinggal disesuaikan dengan aturannya. Sebagai birokrat senior tentunya Bakri siddiq sangat paham bagaimana cara mengevaluasi capaian kinerja bawahannya, bukan malah sibuk terbuai dengan bisikan-bisikan angin surga,” tutupnya.(R).

Berita Terkait

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 
Dihadapan Plt Sekda Aceh, Mahasiswi USK  Sampaikan Kritik dan Masukan
Penegerian Poltas Didukung Tomas, Bupati Mirwan: Ini Prioritas Utama

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:39 WIB

Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

Jumat, 11 September 2026 - 19:54 WIB

Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:40 WIB

Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026

Jumat, 11 September 2026 - 08:05 WIB

800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Berita Terbaru

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB

FEATURE

Media dan Hulu Migas, Perkuat Pemahaman Energi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:56 WIB

Anggota DPRK Asel Mistan Aulia (kanan) meninjau Irigasi Paya Dapur Kluet Timur bersama tim BPBD setempat, Jumat, (11/9/2026).(Poto/media eh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:50 WIB

RAGAM BERITA

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:42 WIB

OPINI

Dari Ruang Curhat

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:38 WIB