Kluet Tengah Diancam Bahaya Akibat Kondisi Lingkungan 

Minggu, 6 Agustus 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sutrisno, semakin lantang menolak kehadiran tambang. Ancaman Masa Depan Kian Menghadang.

Sutrisno, semakin lantang menolak kehadiran tambang. Ancaman Masa Depan Kian Menghadang.

TAPAKTUAN (MA) Kondisi lingkungan di kawasan Meunggamat, Kabupaten Aceh Selatan kian mencemaskan dan ancaman bahaya bagi penduduknya kian nyata.

Hal itu disampaikan beberapa pihak, mencermati kondisi lingkungan yang semakin rusak.

Menurut mereka, penyebab utama dari kerusakan itu salah usaha pertambangan mineral baik yang punya izin, apalagi yang tidak memiliki izin.

Salah seorang tokoh yang paling mencemaskan bahaya lingkungan (baca : bahaya kemanusiaan) ialah Sutrisno (38).

Ia belakangan ini, semakin bersuara keras, karena tidak sanggup membayangkan, ketika masa depan kehidupan di sana semakin mencemaskan.

Dia pun menolak dengan tanpa basa-basi kehadiran pertambahan di Kluet Tengah, sebuah kawasan yang nota bene adalah penyangga ekosistem Leuser yang dilindungi Internasional.

BACA JUGA...  Lantik Tamtama Baru, Ini Pesan Pangdam

“Ketika kita bicara lingkungan dan kaitannya dengan penyangga Taman Nasional Gunung Leuser, kiranya pihak internasional boleh melihat kondisi yang sekarang untuk masa depan dunia,” katanya.

Belum lagi soal bagaimana kehidupan adat di sana yang semakin ditinggalkan, saat hadirnya usaha pertambangan.

Dia juga membayangkan bagaimana para cukong tambang, berfoya-foya dengan fulus hasil tambang yang menggiurkan.

Di saat yang sama, dia tidak sanggup membayangkan, bagaimana kehidupan masa depan, dalam 20-40 atau seratus tahun ke depan karena kesalahan masyarakat  yang membiarkan lingkungan itu terus dieksploitasi dengan alasan kesejahteraan masyarakat, UKM, tenga kerja dan alasan lain.

BACA JUGA...  Merasa Terjajah, Masyarakat Lhoknga: Selamat Kepada PT. Lafarge Holcim

Dari pandangannya itu, dia pun menolak permintaan maaf seorang cukong tambang Hj. Latifah Hanum, pemilik PT. BMU.

“Tidak ada maaf bagi Saudari Hj. Latifah Hanum yang telah mengakui kesalahannya merusakkan lingkungan dan sungai,” kata Sutrisno.

Dengan tegas pula dia  mengatakan, sebelum Saudari Hanum menghentikan aktifitasnya di tanah Meunggamat, tidak ada kata maaf untuknya.

Dia berharap semoga  isu bahwa pihak pemerintah telah  menutup sementara dan akan dilanjutkan kembali bila semua persyaratan terpenuhi oleh pihak perusahaan, adalah sebuah ancaman yang sangat mencemaskan masyarakat Kluet Tengah yang terkena dampak sangat menyayangkan putusan itu.

BACA JUGA...  Universitas Malikussaleh Berlakukan Scan Peduli Lindungi

Bersama masyarakat yang lebih banyak, akan tetap menolak kehadiran PT. BMU dan menolak pemerintah Aceh mengizinkan kembali perusahaan beroperasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Selatan Masrizar, S. HUT, M. Si ketika dikonfirmasi mediaaceh.co.id di Tapaktuan, Minggu, (6/8), mengatakan,  diduganya  terjadinya pencemaran sungai yang ada di Meunggamat, sudah  ada hasil laboratoriumnya,  namun harus dianalisis oleh ahlinya.

“Kalau  hasil laboratoriumnya   saja kita tidak bisa mengetahuinya, Insyaallah bila telah kami sampaikan ke pimpinan akan kami publish nantinya,” kata Masrizar.(Maslow Kluet).

Berita Terkait

Verdianto Iskandar Pimpin PB GABSI
WALHI: Selamatkan Bumi
Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda
Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo
Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas
Polri dan Pimred Perkuat Perlindungan Wartawan
Anwar Tgk Rabo Pimpin PSI Aceh
Coffee Morning Kapolres Sabang, Media Diajak Perkuat Sinergitas

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:44 WIB

WALHI: Selamatkan Bumi

Jumat, 18 September 2026 - 17:29 WIB

Direksi Bank Aceh Silaturahmi ke Kapolda

Senin, 14 September 2026 - 17:05 WIB

Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo

Sabtu, 12 September 2026 - 19:42 WIB

Bursa Ketum PWI Sumut 2026 Memanas

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

Polri dan Pimred Perkuat Perlindungan Wartawan

Berita Terbaru

Badan Jalan Kabupaten lintasan pegunungan Gunung Sekorong Kluet Timur Aceh Selatan tanpa fasilitas drainase dan rawan  longsor sehingga warga dihantui was-was.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Longsor Menghantui Pengguna Jalan 

Senin, 21 Sep 2026 - 19:46 WIB

Ketua ODGJ Aceh Utara Barona Raja saat mendampingi penanganan ODGJ di Aceh Utara.

KESEHATAN

Barona: ODGJ Kita Tangani Berdasarkan Perintah Ayah Wa

Senin, 21 Sep 2026 - 15:10 WIB

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Umumkan Penerima Bantuan Bencana Sebesar Rp328,456 M

Senin, 21 Sep 2026 - 12:29 WIB