Banda Aceh (ADC)- Kisruh dua dekan dijajaran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darusalam Banda Aceh kian memanas. Kedua dekan yang terlibat perseteruan itu adalah, Dr Ir Taufiq Saidi, M.Eng, Dosen Fakultas Teknik dengan Dr Saiful Mahdi, S.Si,M.Sc Dosen Fakultas MIFA. Kasus tersebut kini berujung ke ranah hukum setelah dilaporkan ke pihak yang berwajib.
Dekan Fakultas Teknis Unsyiah Dr Ir Taufiq Saidi, M.Eng saat dikomfirmasi mediaaceh.co.id, Sabtu 31 Agustus 2019 malam mengatakan, bahwa dirinya sejak awal timbul permasalahan itu tidak ingin memperpanjangkan.
Asalkan, Dr Saiful Mahdi, S.Si,M.Sc mau menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. Akan tetapi sangat disayangkan, karena Dosen MIPA itu tidak punya niat baik untuk menyelesaikannya.

“Sebenarnya saya tidak mau memperpanjangkan masalah ini, asalkan pihak pak saiful mahdi bisa melakukan cara-cara yang baik misalnya, meminta maaf atas apa yang telah disampaikan kepublik melalui layanan WhatsApp, sehingga membawa nama baik lembaga pendidikan ini,” kata Taufiq Saidi.
Selain itu, Taufiq juga menjelaskan, kemelut antara dirinya dengan Saiful Mahdi, bukanlah persoalan pribadi, tetapi sudah termasuk dalam lingkaran institusi pemerintah. Sedangkan yang di persoalkan juga bukan wewenang saya.
“Karena menyangkut penerimaan pegawai negeri sipil ada tim seleksi yang resmi dibentuk pemerintah, jadi saya tidak terlibat apa pun dalam penerimaan termasuk uji/test bagi calon pegawai yang dipersoalkan itu,” ujarnya.
“Pak Saiful itu dosen senior di Fakultas MIFA, seharusnya tidak mengeluarkan hal-hal yang dapat merugikan orang lain dan lembaga. Kita selaku pendidik, harus menjaga sikap dan kehormatan lembaga pendidikan ini,” jelasnya lagi.
Sementara, hingga berita ini dilansir, Dosen MIPA Unsyiah Dr Saiful Mahdi, S.Si.M.Sc, saat dihubungi via telepon selularnya, tidak berhasil di hubungi. Informasi yang diterima media ini, bahwa persoalan tersebut sudah dilaporkan ke pihak berwajib yaitu Polresta Banda Aceh.
Kemelut tersebut, timbul akibat postingan Saiful Mahdi di group WhatsApp antar Dosen yang berbunyi, “Innailaihi Wainna Rajiun, dapat kabar duka matinya akal sehat dalam jajaran pimpinan FT Unsyiah saat tes PNS kemarin.
“Bukti determinisme teknik itu sangat mudah dikorup. Gong Xi Fat Cai.!!!. Kenapa ada fakultas yang pernah berjaya kemudian memble..?. Kenapa fakultas baru membanggakan.? Karena meritokrasi berlaku sejak rekrutmen hanya pada medioker atau terjerat “hutang” yang takut meritokrasi,” Demikian isi postingan Whats App yang diduga dilakukan oleh terlapor. (Red)




