KiARA : Banyak ABK Asal Indonesia Jadi Budak di Kapal Thailand

Selasa, 6 September 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Kiara Abdul Halim. Foto: Restorasinews.com
Sekretaris Jenderal Kiara Abdul Halim. Foto: Restorasinews.com

BANDA ACEH | AP– Nasib malang dan sungguh menderita lahir dan batin ternyata sedang dirasakan ribuan Anak Buah Kapal asal Indonesia di sejumlah kapal-kapal asing. Parahnya hal ini  luput dari pantauan semua pihak termasuk Pemerintah Indonesia selaku ujung tombak Negara dalam melindungi Rakyatnya dari aksi penjajahan dan perbudakan bangsa asing.

Hal itu diungkapkan oleh Sekjend KiARA (Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan), Abdul Halim dalam acara sosialisasi Undang-Undang Nomor  7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam, di Aula Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Selasa, 06 September 2016.

BACA JUGA...  Pesan Natalius Pigai Untuk Generasi Muda Indonesia

“Hari ini sedang marak praktek perbudakan yang dialami oleh ABK kapal termasuk ABK asal Indonesia yang bekerja di atas kapal Thailand. Selain itu di kapal-kapal  Taiwan dan lainnya juga banyak,” beber Abdul Halim.

Selama ini ujarnya, karena ketidak tahuan akan informasi tersebut sehingga mengakibatkan para ABK ini menderita cukup lama di atas kapal asing, padahal mereka harus dilindungi oleh negaranya.

BACA JUGA...  Nelayan Keluh Kapal Asing Irwandi Keluh Dihalang Beli Pesawat Udara

“Perlu diselidiki lebih jauh apakah Manusia Perahu ini adalah Human Trafiking yang hari ini sedang marak perhatian dari internasional ILO, FAO, IMO, ASEAN,” desaknya.

Oleh karena itu, KiARA (Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan) sedang melakukan pertemuan supaya dalam penyusunan aturan bersama di tingkat ASEAN yang di fasilitasi organisasi riset yang didirikan di tingkat ASEAN demi menuntaskan persoalan tersebut.

BACA JUGA...  Jenderal Purn TNI Ditemukan Tewas dengan Mayat Mengambang di Laut Marunda

“Kita sekarang malah sudah ada BAKAMLA yang bertanggu jawab secara khusus di laut seharusnya ini arus lebih di kuatkan serta memaksimalkan organisasi yang sudah ada, dan permasalahan di laut tidak hanya masalah pencurian ikan saja tetapi harus keseluruhan seperti Perompakan, Penyeludupan Narkotika, Human Trafiking,yang merugikan kepentingan nasional Indonesia serta menghabat kemajuan masyarakat Indonesia khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah pesisir,” tutupnya di depan sekitar 100 peserta. [AZWAR]

Berita Terkait

Petani Keluh Bantuan Bibit Padi dari Pemerintah, Muhammad Hasan: Cek Lapangan
Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
Ayah Wa: 800 Tahun Samudera Pasai Momentum Kebangkitan Aceh Utara
Sambil Menyeruput Kopi, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara
Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Piasan Pase 2026 Digelar 7 Hari, Aceh Utara Rayakan 800 Tahun Sejarah Pase

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 12:37 WIB

Petani Keluh Bantuan Bibit Padi dari Pemerintah, Muhammad Hasan: Cek Lapangan

Sabtu, 5 September 2026 - 17:11 WIB

Area Parkir Pasar Al-Mahirah “Telan” Lima Kendaraan

Sabtu, 5 September 2026 - 11:03 WIB

Ayah Wa: 800 Tahun Samudera Pasai Momentum Kebangkitan Aceh Utara

Sabtu, 5 September 2026 - 10:34 WIB

Sambil Menyeruput Kopi, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara

Jumat, 4 September 2026 - 17:46 WIB

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

35 Peserta Muda Berebut Tiket Bintang Radio Nasional

Minggu, 6 Sep 2026 - 12:59 WIB

Ilustrasi cover editorial bantuan stimulan

EDITORIAL

60.223 KK, Amanah yang Harus Sampai ke Rumah

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:44 WIB