Selain itu, AMKI Pusat telah menggelar seminar nasional, pelatihan media di sejumlah daerah, serta media gathering bersama Mahkamah Konstitusi yang dihadiri media arus utama nasional.
Tundra menjelaskan bahwa AMKI merupakan organisasi pemilik dan pengelola media konvergensi, bukan organisasi profesi wartawan. AMKI menaungi media elektronik, digital, dan platform media sosial, termasuk skema konten kreator, sebagai bagian dari adaptasi industri media di era digital.
“Konvergensi media bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan. Media yang mampu mengelola teks, audio, video, dan interaksi digital secara terintegrasi akan bertahan dan dipercaya publik,” katanya.
Ia menambahkan, bahwa banjir informasi di era digital justru menempatkan media konvergensi pada posisi strategis sebagai penyaring, verifikator, dan penyampai informasi yang cepat namun tetap akurat dan bertanggungjawab.
Tundra juga menekankan pentingnya membangun ekosistem media yang kolaboratif, berkelanjutan secara bisnis, serta mendorong literasi media di tengah masyarakat. Menurutnya, konvergensi memberi peluang memperluas jangkauan media tanpa meningkatkan biaya secara signifikan.
“Kami berharap AMKI Karawang menjadi contoh media daerah yang profesional, independen, dan berdaya saing. Jadilah pelopor literasi media dan penjaga demokrasi lokal,” jelasnya.




