BANDA ACEH (MA) – Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh, Muktarrudin Usman, S.E, mengajak seluruh pengurus dan anggota SPS di seluruh Indonesia untuk menyukseskan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SPS ke-79 yang akan digelar di Banda Aceh pada 20–23 Oktober 2025.
Ajakan tersebut disampaikan Muktarrudin pada Senin, 13 Oktober 2025. “Mari kita sukseskan Aceh sebagai tuan rumah pada tanggal 20–23 Oktober 2025 dengan sukses,” ujarnya penuh semangat.
Aceh baru pertama kali dipercaya menjadi tuan rumah Rakernas SPS. “Ini baru pertama, kami juga sangat kewalahan meyakinkan pusat supaya Aceh jadi tuan rumah,” ungkapnya.
Rakernas ini sejatinya dijadwalkan bertepatan dengan Hari Lahir SPS pada 8 Juni 2025, namun karena sejumlah kendala, agenda tersebut sempat digeser ke tanggal 24–27 September 2025. Atas pertimbangan teknis dan kesiapan pelaksanaan, akhirnya diputuskan Rakernas berlangsung pada 20–23 Oktober 2025 di Banda Aceh.
SPS yang sebelumnya bernama Serikat Penerbit Suratkabar, kini telah berganti nama menjadi Serikat Perusahaan Pers dengan singkatan tetap sama, yakni SPS. Perubahan nama itu diputuskan dalam Kongres SPS di Bali, sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi media yang semakin pesat dan merambah ke berbagai platform digital.
Dari Bumi Serambi Mekkah, Muktarrudin berharap suara pers akan semakin menggema dalam menyampaikan kebenaran. “Pers adalah kaki tangan dan mata telinga rakyat. Kami siap bersama rakyat dan mohon dukungan rakyat,” ajaknya.
Ia juga mengakui, lembaga pers akhir-akhir ini menghadapi banyak tantangan, mulai dari menurunnya pemasukan iklan hingga melemahnya sumber daya manusia. Namun ia tetap optimistis. “Kendala tersebut akan dapat diatasi dengan mudah bila rakyat tetap bersama kami,” demikian Muktarrudin meyakinkan.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Rakernas SPS ke-79 di Banda Aceh juga akan menghadirkan momen penghargaan. Anugerah akan diberikan kepada sejumlah media massa, humas pemerintah, swasta dan perusahaan, serta tokoh dan pemimpin yang peduli pada budaya, perkembangan pers, dan ekosistem media.
Dengan demikian, Rakernas kali ini diharapkan bukan hanya menjadi forum konsolidasi internal organisasi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat posisi pers nasional sekaligus mengapresiasi pihak-pihak yang telah berkontribusi nyata bagi perkembangan media, budaya, dan ekosistem komunikasi publik di Indonesia.(red)




