Abu Salam bertekad memanfaatkan kerja sama internasional ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.
“Kami ingin memastikan Aceh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Asia Tenggara. Ini adalah upaya untuk membangun Aceh yang mandiri dan berdaya saing,” tegas Abu Salam.
Kesepakatan yang akan ditandatangani ini diharapkan mencakup proyek-proyek strategis seperti pembangunan infrastruktur, pengembangan energi terbarukan, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
Abu Salam dan timnya optimistis kerja sama ini akan menjadi katalisator perubahan bagi Aceh.
Pertemuan ini menjadi salah satu agenda penting yang menandai langkah progresif KPA Luwa Nanggroe dalam memanfaatkan peluang global. Dengan adanya kolaborasi antara Aceh, Malaysia, dan China, diharapkan perekonomian Aceh akan memasuki era baru yang lebih inklusif dan kompetitif. [Umar Hakim].




