Ketua KPA Luwa Nanggroe Siap Teken Kontrak Investasi Strategis dengan Malaysia dan China

Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Luwa Nanggroe, T Emi Syamsyumi atau akrab disapa Abu Salam berjabat tangan dengan vice president Dewan Perniagaan dan Perindustrian dan Pelaburan Malaysia-Wuxi, China (DPPPM-WC). (Foto/Dok : Umar Hakim/mediaaceh.co.id).

“Kami melihat peluang besar dalam kerja sama ini, terutama untuk meningkatkan sektor ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru di Aceh,” ujar Abu Salam dalam keterangan persnya.

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas investasi modal, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan ekonomi berkelanjutan di Aceh.

Datuk H Mansyur bin Usman menambahkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mengintegrasikan sumber daya lokal Aceh ke dalam rantai pasok global.

BACA JUGA...  96 Tenaga Kontrak Terima SK Tahun 2023, Ini Pesan Kadisbudpar Aceh

“Kolaborasi ini bukan hanya soal investasi, tetapi juga tentang transfer teknologi, pendidikan, dan pelatihan untuk memberdayakan masyarakat Aceh,” ujar Datuk H Mansyur.

Vice President DPPPM-WC, Datuk Dr. Yazid Othman, menyatakan bahwa Malaysia dan China melihat potensi besar di Aceh, baik dari segi sumber daya alam maupun posisi strategisnya.

Menurut Yazid, kolaborasi ini mencerminkan komitmen pihak internasional untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah-daerah dengan potensi besar.

BACA JUGA...  SBA Raih Tamasya Award dan ICA Award 2024

“Kami percaya bahwa kerja sama ini akan membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak, khususnya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan daya saing Aceh,” kata Yazid.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari visi besar Abu Salam untuk memajukan Aceh melalui pendekatan diplomasi ekonomi.