Ketua KPA Luwa Nanggroe Apresiasi Langkah Responsif Kodam IM Jaga Kepercayaan Publik

Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Luwa Nanggroe, Teuku Emi Syamsyumi. (Foto/Dok : Umar Hakim/mediaaceh.co.id).

“Kejadian seperti ini seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak untuk tetap menjaga sinergi. TNI dan masyarakat harus berdiri bersama untuk menciptakan suasana yang kondusif di Aceh,” tambahnya.

Jaga MoU Helsinki sebagai Pilar Kedamaian

Abu Salam juga menyinggung pentingnya menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki yang menjadi landasan perdamaian di Aceh.

BACA JUGA...  Hari Ketiga Retret, Bupati Armia Pahmi Laksanakan Ibadah Bersama

Ia mengingatkan bahwa komitmen terhadap MoU ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat.

“MoU Helsinki adalah warisan yang harus kita rawat bersama. Kedamaian di Aceh tidak boleh goyah hanya karena perbedaan pendapat atau insiden kecil. Kita harus menjadikan ini sebagai landasan kokoh untuk membangun Aceh yang lebih baik,” tegasnya.

BACA JUGA...  Komandan Lanal Sabang Sambut Kedatangan Kapal Perang India

Lebih jauh, Abu Salam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh TNI AD dalam menjalankan tugasnya sebagai penjaga kedaulatan negara, sembari tetap menghormati kearifan lokal yang ada di Aceh.

“Saya berharap masyarakat tidak memanfaatkan insiden atau dinamika apa pun untuk merusak citra TNI. Sebaliknya, mari kita jadikan ini sebagai momen untuk memperkuat kerja sama demi Aceh yang damai dan maju,” katanya.

BACA JUGA...  Keputusan KIP Aceh Tepat, Pasangan Bustami-Fadhil Rahmi Belum Memenuhi Syarat untuk Pilkada 2024

Harmoni TNI dan Masyarakat

Kodam Iskandar Muda sendiri telah memastikan bahwa evaluasi berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI AD.