“Kejadian seperti ini seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak untuk tetap menjaga sinergi. TNI dan masyarakat harus berdiri bersama untuk menciptakan suasana yang kondusif di Aceh,” tambahnya.
Jaga MoU Helsinki sebagai Pilar Kedamaian
Abu Salam juga menyinggung pentingnya menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki yang menjadi landasan perdamaian di Aceh.
Ia mengingatkan bahwa komitmen terhadap MoU ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat.
“MoU Helsinki adalah warisan yang harus kita rawat bersama. Kedamaian di Aceh tidak boleh goyah hanya karena perbedaan pendapat atau insiden kecil. Kita harus menjadikan ini sebagai landasan kokoh untuk membangun Aceh yang lebih baik,” tegasnya.
Lebih jauh, Abu Salam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh TNI AD dalam menjalankan tugasnya sebagai penjaga kedaulatan negara, sembari tetap menghormati kearifan lokal yang ada di Aceh.
“Saya berharap masyarakat tidak memanfaatkan insiden atau dinamika apa pun untuk merusak citra TNI. Sebaliknya, mari kita jadikan ini sebagai momen untuk memperkuat kerja sama demi Aceh yang damai dan maju,” katanya.
Harmoni TNI dan Masyarakat
Kodam Iskandar Muda sendiri telah memastikan bahwa evaluasi berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI AD.




