Ketua KoPPA : Mahfud MD Frustasi Akibat Gila Jabatan

Banda Aceh (ADC)- Pernyataan Mahfud MD yang mengatakan rakyat Aceh berfaham Islam garis keras, menuai protes keras dari berbagai kalangan. Komentar mahfud MD ini, telah melukai hati rakyat Aceh secara keseluruhan.

Menanggapi apa yang telah disampaikan oleh Mahfud MD tersebut, Ketua Komite Persatuan Pemuda Aceh (KoPPA) Abdul Jabbar mengatakan, bahwa apa yang disampaikan Mahfud MD itu, disebabkan oleh frustasi atas manuver politiknya yang mendekati ambang kejatuhan.

“Pernyataan Mahfud MD itu hanya buah dari frustasi akibat gila jabatan. Kita semua tahu bahwa semakin kesini hasil real count semakin menunjukkan keunggulan suara untuk Capres Cawapres 02. Rakyat Aceh ikut andil disini, jadi Mahfud MD merasa berang dengan hal itu.” ungkap Jabbar dalam pesan WhatsApp yang diterima media ini, Senin 29 April 2019 malam.

BACA JUGA...  Minta Kepastian Hukum pada Terduga Pelaku Pembunuhan Satwa Penyu

Ia juga menegaskan, bahwa jika Mahfud MD bisa membuat pernyataan yang bermakna tuduhan seperti itu, maka rakyat Aceh juga bisa membuat pernyataan serupa, bahwa Mahfud MD sedang frustasi karena bisa saja jika Capres dan Cawapres yang didukungnya kalah maka dia akan tersingkir keluar lapangan.

Selain itu, Ketua KoPPA menilai, Mahfud MD sedang melompat ke jurang yang lebih dalam menyangkut nama baiknya di pesta rakyat lima tahun mendatang. 

BACA JUGA...  Usman Lamreung: Dinamika Politik Pilkada Aceh Semakin Dinamis dan Memanas

“Tuduhan yang disampaikan Mahfud MD ini, sungguh sangat menyakitkan kami rakyat Aceh. Dan tolong di ingat baik-baik, bahwa pernyataannya ini akan kita viralkan lagi lima tahun kedepan. Jadi elektabilitas mahfud MD maupun calon yang didukungnya, akan terus menurun di Aceh. Ini wajib kita viralkan lagi lima tahun mendatang.” tegas Jabbar.

BACA JUGA...  PPK Tanah Jambo Aye Distribusikan Logistik Pilkada ke Gampong dengan Pengawalan Ketat TNI-POLRI

“Ini hanya soal pilihan. Jadi pernyataan Mahfud MD itu tidak berdasar. Hanya dengan memilih 02 kami dikatakan Islam garis keras. Jadi kalau milih 01, apakah kami dianggap Islam garis lembut??. Atas dasar apa anda (Mahfud MD) mengatakan Aceh seperti itu,” tutup Ketua KoPPA. (Ahmad Fadil)