TAKENGON (MA) – Ketua Dewan Adat Gayo H. Ir. Tagore, AB mewarning semua pihak khususnya pemangku kebijakan tentang keberadaan Danau Lut tawar yang saat ini telah mengalami penyusutan hingga 50 persen, dan hal ini apabila tidak segera ditangani maka, 40 tahun akan datang, danau yang saat ini luasnya mencapai 5.742, 10 hektar, akan menjadi rawa atau kering.
“Ini sangat mengancam beberapa sektor yang ada di daerah itu, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2, kemungkinan PLTA 3 dan 4 yang akan dibangun,” hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri acara Forum Group Diskusi (FGD) yang di selenggarakan oleh Bappeda Aceh Tengah, Senin (1/7/2024).
Forum Diskusi yang menghadirkan team Unsyiah dari Banda Aceh, Ketua Majelis Adat Bintara Linge, Ketua Dewan Adat Gayo H. Ir. Tagore, AB, tokoh masyarakat Gayo saudara Muhklis Gayo serta tim dari unsur Bapeda Aceh Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Ir. Tagore, AB sangat mengkhawatirkan tentang keberadaan danau lut tawar yang hingga saat ini belum memiliki regulasi yang jelas kewenangannya, dia sangat menyayangkan bila hal ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat. ” 40 tahun yang akan datang danau lut tawar yang kita agung-agungkan ini berakhir jadi rawa kecil bahkan pada masanya akan hilang,” tegasnya.




