‘’Saya sudah usulkan pada setiap Musrenbang mulai tahun 2020 sampai 2024. Tapi hingga diakhir jabatan saya ini belum juga terealisasi. Tolong pada tahun 2025 dibantu untuk dibangun,” sebut Kesuma, dengan nada kesal.
Begitu juga Ketua RGM dari Kampung Gunung Bukit. Dia mempertanyakan usulan rehabilitasi Jalan Perjuangan yang tidak pernah diakomodir, padahal selalu diusulkan dalam beberapa tahun terakhir melalui Musrenbang. ‘’Sebagai ibu kota Kecamatan Kebayakan, jalan tersebut sudah tidak layak karena sudah belubang’,” sebutnya.
Selain tentang Jalan Perjuangan, dia mengusulkan agar tahun 2025 nanti jalan ini diaspal dan pembangunan jalan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kampung Ayangan sepanjang 200 meter juga dapat dibangun.
Pada kesempatan itu, para reje dan ketua RGM disamping mempertanyakan usulan-usulan yang tidak ada realisasi pada tahun-tahun sebelumnya, mereka juga mempertajam kembali terhadap usulan-usulan yang sudah disampaikan kepada pihak kecamatan agar usulan tahun 2024 ini dapat diakomodir melalui anggaran tahun 2025 nanti.
Anggota DPRK Dapil I Tidak Hadir
Selain munculnya pertanyaan-pertanyaan dan usulan, pada kesempatan itu salah seorang reje juga mengaku kecewa karena anggota DPRK Aceh Tengah tidak ada satu orangpun yang hadir pada Musrenbang itu. ‘’Kami sangat kecewa karena anggota Dewan yang menyetujui anggaran tahun 2025 tidak hadir pada Musrenbang ini,” sebut salah seorang reje.




