Keberhasilan Bukan Murni Didapat Dari Ihktiar Tapi Tangan Rakyat

Itulah tipikal seorang Fadlon, politikus yang juga pengusaha warung kopi di pasar pagi, pajak Kota Kualasimpang, menyimpulkan; hidup adalah perjuangan yang dibarengi dengan upaya dan usaha. Keberhasilan bukan milik pribadi, tapi dia muncul karena tangan rakyat sebagai penyangganya.

Begitu rasa empati Fadlon, pada rakyat Aceh Tamiang, dia sadar, jaya dan besar, lahir dari ihktiar masyarakat Aceh Tamiang, bukan mutlak dari kerja kerasnya.

BACA JUGA...  Tim Pemenangan Alhudri Resmi Buka Posko 

Wajar dan sangat frestise Fadlon pernah mendapat sertifikat kepemimpinan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Lantas dia sombong?, jawabnya tidak. Diakui semua itu didapat hasil kerja dia, Partai dan Rakyat Aceh Tamiang. Fadlon menerima Sertifikat tersebut usai terpilih menjadi peserta pada kegiatan Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri, yang dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri Republik Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA...  Loyalitas dan Legasi, Haji Uma dan Mualem dalam Pusaran Politik Aceh 2024

Sertifikat kepemimpinan yang ditandatangi oleh Mendagri, Cahyo Kumolo tersebut diserahkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri RI, Hadi Prabowo pada Fadlon.

Saat itu, Mendagri melihat dan menilai pemimpin yang layak mendapatkan sertifikat kepemimpinan pada jenjang karirnya. Salah satunya putra Aceh Tamiang yang didapuk peroleh sertifikat tertinggi bidang kepemimpinan.