Banda Aceh (ADC)- Ratusan warga Kemukiman Syeh Abdurrauf Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, menggelar zikir dan doa bersama dalam rangka memperingati 15 tahun bencana gempa dan tsunami berdasarkan tahun Islam.
Peringatan zikir dan doa bersama itu, dipusatkan di lapangan bola Jeulingke Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis 25 Juli 2019. Kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh alim Ulama, Muspika serta masyarakat.
Kasat Intelkam Polresta Banda Aceh, AKP Hyrowo, S.IK didampingi Wakasat Binmas AKP. Kartolo, mewakili Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, SH, menyerahkan bantuan kepada 61 orang anak yatim yang disaksikan oleh masyarakat kemukiman Syeh Abdurrauf pada saat memperingati bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 silam.
Kegiatan tersebut dilaksanakan, berdasarkan tahun Islam jatuh pada 1414 Zulkaidah yang saat ini sudah 15 tahun Tsunami melanda Provinsi Aceh. Berdasarkan tahun Islam, bencana dahsyat yang memakan korban 170.000 jiwa dan begitu banyak bangunan yang rusak ketika bencana alam tersebut melanda Aceh terutama Kota Banda Aceh.
Menurut Kapolresta Banda Aceh, Kombespol Trisno Riyanto, SH, “kegiatan seperti ini sangat bagus dilaksanakan setiap tahun, mengingat sangat banyak uluran tangan yang dibutuhkan oleh anak yatim”.
Peringatan hari tsunami tersebut, juga diadakan tausyiah yang disampaikan oleh Tgk. H Muksalmina bin Abu Abdul Wahab Seulimum yang merupakan Pimpinan Dayah Ruhul Fatayat dan juga Wakil Ketua MPU Aceh Besar.
Dalam tausiahnya, ia mengatakan, bahwa kegiatan itu untuk mengenang peristiwa dahsyat yang memakan korban ratusan ribu jiwa.
“Bencana tsunami merupakan peringatan bagi kita semua untuk terus mendekatkan diri kepada Allah Swt. Oleh karena itu, marilah kita terus mendekatkan diri kepada Allah Swt,” kata Tgk H Muksalmina bin Abu Abdul Wahab Seulimum.
Ia juga menambahkan, dari bencana itu, ambillah hikmatnya. Sebab, di balik bencana akan ada nikmat yang diberikan Allah Swt. Manusia tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi kekuatan Allah Swt.
“Harus diingat, harta yang kita kumpulkan bertahun-tahun, musnah dalam hitungan detik ketika tsunami. Begitu juga bangunan kuat yang kita bangun, tidak ada apa-apanya saat tsunami datang,” ujar Tgk Muksalmina.
Usai penyampaian tausyiah, peringatan 15 tahun tsunami, dilanjutkan dengan penyerahan Santunan kepada para anak yatim di kemukiman Syeh Abdurrauf. (Ahmad Fadil/Tim)




