Sebagaimana diketahui, Alm Iklil dinobatkan sebagai Reje Linge XX pada Jum’at 11 Rabiul Awal 1434 Hijriah atau bertepatan dengan, 28 Januari 2013.
Pada saat dinobatkan sebagai Reje Linge ke-XX, Sri Alam Ilyas Leube (Reje Linge XIX) sudah terlebih dahulu wafat sekitar 31 tahun sebelumnya, atau tepatnya pada tanggal 15 April 1982.
Tgk. Iklil Ilyas Leube sendiri wafat pada 30 Juli 2015, maka pasca wafatnya Tgk. Iklil yang menjabat sebagai Reje Linge ke XX, posisi Reje Linge sendiri sempat kosong hingga saat ini.
Dengan maksud untuk melestarikan khazanah sejarah eksistensi Kerajaan Linge, tatanan adat Gayo yang luhur dan mengandung nilai-nilai peradaban yang tinggi seperti ajaran dan kebijaksanaan hidup yang terkandung dalam “Peri Mestike”.
Maka masyarakat Linge menganggap perlu dilakukan suatu ikhtiar dan upaya-upaya yang serius melalui musyawarah mufakat yang meliputi unsur Pasak Opat guna untuk mengukuhkan kembali eksistensi Reje Linge sebagai simbol adat Gayo. Dengan berpatokan kepada silsilah Reje Linge XVI, Banta Cut Bin Djawan Aman Nyak.
Dimana jika menilik silsilah Reje Linge ke XVI tersebut, sebagai simbolis, Juhursyah Ama Bin Asa Bin Banta Djawan (Aman Nyak) yang lahir pada, 5 Mei 1968 silam, dinobatkan sebagai Reje Linge ke XXI.




