Jembatan Penghubung Gampong Panca dan Lamkubu Nyaris Memakan Korban

Minggu, 29 September 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Besar (MA)- Jembatan penghubung antara Gampong Panca dan Gampong Lamkubu Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar yang ditimbun batu dan tanah kondisinya kini sangat membahayakan bagi masyarakat yang melintasi jembatan tersebut dengan menggunakan kendaraan bermotor baik itu roda dua maupin roda empat.

Seperti apa yang dialami oleh mobil rombongan silaturrahmi yang hendak menuju ke Gampong Panca, pada saat melintasi jembatan tersebut nyaris saja masuk jurang akibat terperosok karena badan jembatan amblas.

BACA JUGA...  Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

“Jembatan yang kerap dilewati masyarakat Gampong Panca dan Lamkubu dengan kondisi seperti itu sangat membahayakan bagi pengemudi kendaraan yang melintasi jembatan tersebut,” ungkap M Yakob warga Lhoknga pengemudi mobil minibus yang hampir masuk jurang, Minggu 29 September 2019. 

Ia mengaku, tidak tau dengan kondisi jembatan yang begitu sangat membahayakan, karena saya pendatang yang hendak bersilahturahmi dengan warga Panca, mobil kami hampir saja masuk jurang akibat terperosok pada saat melewati jembatan tersebut.

BACA JUGA...  Majukan KB di Aceh, BKKBN Aceh Galang Tokoh Agama dan Media Massa

“Melihat kondisi jembatan seperti itu, dirinya merasa sedih dan prihatin dengan kondisi jembatan yang rusak serta sangat membahayakan bagi keselamatan para pengemudi yang hendak menuju Gampong Panca dan Gampong Lamkubu,” kata M Yakob.

M Yakob berharap, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar jangan terkesan tutup mata dengan keadaan seperti itu, walaupun tidak dibangun baru paling tidak dilakukan pemeliharaan, sehingga keselamatan pengguna jalan lebih diutamakan. 

BACA JUGA...  Kodim 0112/Sabang Laksanakan Donor Darah

“Karena jembatan penghubung tersebut, adalah ekses pendukung bagi perekonomian masyarakat setempat,” tutup Yakob. (Darwin)

Berita Terkait

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
Korem 011 Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Apel Kebangsaan di Bener Meriah; Merawat Persatuan dari Tanoh Gayo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dugaan Intimidasi Wartawan, Dandim: Ini Kesalahpahaman

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:07 WIB

RAGAM BERITA

HPN 2027 di Lampung Inklusif dan Kolaboratif

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:09 WIB

PENDIDIKAN

Hardikda 2026, Aceh Dorong Pemerataan Mutu Pendidikan

Rabu, 2 Sep 2026 - 14:50 WIB