TAPAKTUAN (MA) – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Musorkab) ke XII Koni Aceh Selatan menggelar konferensi pers di Kantor Koni Aceh Selatan, Jalan Merdeka, Tapaktuan, Senin, (31/7).
Dalam konferensi pers itu, hadir Ketua Caretaker KONI Aceh Selatan Drs. H. Zulachfi, M.Si dan Sekretari Caretaker Tgk. Zaiton.
Ketua Caretaker Koni Aceh Selatan Drs. H. Zulachfi, M.Si menjelaskan berbagai hal, pertama, kepengurusan KONI periode 2018 sampai dengan 2022, telah berakhir pada 18 Agustus 2022. Sehingga diperpanjang sampai dengan April 2023.
Dan, setelahnya ditetapkan Caretaker, dengan tiga personil guna melaksanakan kegiatan organisasi sampai terpilihnya ketua dan kepengurusan Koni secara lengkap untuk periode empat tahun mendatang.
“Karena kepengurusan sudah habis, maka kami bertiga dan salah satunya dari Pengprov Aceh ditugaskan sebagai careteker untuk melaksanakan keorganisasian dan menyelenggarakan Musyorkab,” kata Drs. H. Zulachfi, M. Si didampingi Sekretaris Koni Aceh Selatan Tgk. Zaiton.
Tentang rencana Musorkab ke-XII Koni Kabupaten Aceh Selatan dijelaskan Bang Agam, begitu panggilan H. Zulachfi, yakni pada tanggal 18 Agustus 2023 di Gedung Pariwisata Aceh Selatan Jalan T. Ben Mahmud Tapaktuan.
Penjelasan berikutnya adalah, soal pelaksanaan Musorkab yang akan diikuti sebanyak 34 Cabang Olah Raga (Cabor). Untuk memilih pengurus baru dan menetapkan program kerja untuk empat tahun kepengurusan.
“Soal, siapa akan dipilih sebagai ketua terserah kepada pemegang hak suara dan telah mendapat dukungan pada awal pencalonan sebanyak 30 persen dari keseluruhan Cabor,” kata Zulachfi.
Untuk menjaring bakal calon ketua, panitia akan menseleksi sejak tanggal 10-16 Agustus 2023 mendatang.
Dalam hal ini, Zulachfi mengatakan akan membuka pendaftaran untuk diseleksi menjadi bakal calon dari manapun bidangnya sepanjang bukan pejabat publik.
“Karena UU melarang Ketua Koni dari unsur pejabat publik,” katanya.
Dalam hal ini, Zulachfi berharap, lahir anggota pengurus yang bisa membangun bidang olah raga ke arah lebih baik lagi.
Menurutnya, SDM dalam keolahragaan dan keorganisasian Koni cukup mumpuni di Aceh Selatan tinggal lagi bagaimana melahirkan serta mencapai prestasi.
“SDM telah memadai tinggal bagaimana mencapai prestasi,” katanya singkat.(Maslow Kluet).





