Dentuman ritmis Drum Band Canka Kartika Karma Bhakti membuka suasana. Bukan hanya parade musik, tapi simbol semangat muda dan disiplin tempur.
Tak lama berselang, sorakan mengiringi aksi para prajurit dalam demonstrasi mountaineering [turun menara dengan tali (rapling, mobud, dan snapling)] menunjukkan perpaduan antara keberanian dan keterampilan militer yang mumpuni.
Suasana makin tegang ketika demonstrasi menembak reaksi digelar. Dalam sekejap, deru peluru memecah keheningan sore, mengingatkan semua yang hadir bahwa di balik senyum ramah para prajurit, tersimpan kesiapsiagaan yang tidak pernah padam.
Petuah di Tengah Barisan.
SELEPAS rangkaian kegiatan, Pangdam IM berdiri di depan para prajurit dan anggota Persit. Tatapannya teduh, suaranya mantap, dan pesannya sederhana namun penuh makna:
“Jaga keharmonisan rumah tangga, jaga nama baik satuan, dan hindari pelanggaran.”
Bagi sebagian orang, kalimat itu terdengar klise. Namun di hadapan para prajurit yang hidup dengan disiplin ketat dan sering berjauhan dengan keluarga, pesan itu terasa dalam.
Pangdam IM tahu betul, kekuatan militer bukan hanya diukur dari ketepatan menembak atau strategi bertempur, tapi juga dari keteguhan moral dan keharmonisan di rumah. “Prajurit yang tenteram rumah tangganya, akan kokoh di medan tugas,” ujarnya menegaskan.




