Jangan Lupakan Korban Konflik yang Kini Penyintas Banjir

Apalagi, Aceh memiliki sejarah panjang konflik yang meninggalkan dampak sosial bagi sebagian keluarga hingga saat ini.

Karena itu, JASA Aceh Tamiang berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada kelompok masyarakat tersebut, baik melalui bantuan kemanusiaan, perbaikan tempat tinggal, maupun program pemulihan ekonomi.

Menurut Reki, perhatian yang lebih inklusif akan membantu memastikan bahwa proses pemulihan pasca bencana berjalan adil dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

BACA JUGA...  MENANTI CAIRNYA BANTUAN KORBAN BANJIR ACEH TAMIANG

Ia menegaskan, organisasi yang dipimpinnya akan terus menyuarakan aspirasi para keluarga korban konflik agar tetap menjadi bagian dari prioritas perhatian pemerintah.

“Kami dari Organisasi Jaringan Aneuk Syuhada Aceh, khususnya Aceh Tamiang, berharap pemerintah tidak melupakan mereka yang hingga saat ini masih sangat membutuhkan perhatian,” katanya.

Banjir Ingatkan Kembali Tentang Perjuangan Panjang

BACA JUGA...  Kejari Sabang Siap Juarai Duta Pelajar Sadar Hukum Tingkat Provinsi Aceh

BAGI para penyintas konflik di Aceh Tamiang, banjir bandang bukan hanya soal air yang meluap dan rumah yang terendam. Ia juga membuka kembali ingatan tentang perjuangan panjang untuk bangkit dari masa lalu.

Di tengah upaya pemulihan bencana, harapan mereka sederhana [tidak dilupakan]. Karena bagi mereka, perhatian negara bukan sekadar bantuan, tetapi juga pengakuan bahwa luka lama masih membutuhkan kepedulian. [].