Isu Putra Daerah dalam Konteks Pilkada Aceh Selatan: Merugikan Demokrasi  dan Kita

Oplus_131072

Seberapa besar kemauan dan komitmen sang kandidat untuk bekerja keras dan mewakafkan seluruh waktunya sebagai pemimpin daerah?

Seberapa mampu ia membangun kepemimpinan kolektif yang professional kompeten dan berintegritas.

Terakhir, mari kita menjadi pemilih cerdas, agar mendapatkan pemimpin Aceh Selatan yang berkualitas.

Ada pepatah Aceh yang cukup terkenal dalam masyarakat Aceh berbunyi begini : : rugoe sithoen ureung meugoe, rugoe siuroe ureng meu rusa, rugoe limong  thoen salah pileh keumudo, tanyoe tamoe limong thoen masa”, artinya dalam bahasa Indonesia, rugi satu tahun ketika bertanam padi, rugi satu hari, ketika berburu rusa, rugi selama lima  tahun karena salah memilih orang pemegang kemudi (pemimpin), kita menangis selama lima tahun.

BACA JUGA...  DPRK Gelar Sidang Paripurna Peresmian Pengangkatan Pimpinan Masa Bakti 2024-2029

Oleh karena itu, mari gunakan akal sehat dan tanggung jawab dalam Pilkada serentak tahun 2024  ini dan jangan kembangkan isi putra daerah karena akan merugikan demokrasi dan kita selaku pemilik suara.(*)