MEDAN, (MA) – Maraknya pemberitaan tentang dugaan Bandar Narkoba Iwan alias Nasib warga Jalan Kl Yos Sudarso, Gang Mavo,Lingkungan 14, Kelurahan Pekan labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Sumatera Utara yang ditembak mati Polisi Satnarkoba Polres Belawan, menjadi kontroversi dan perhatian publik.
Ketua Indonesia Polisi Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, meminta Kapolda Sumut dan Kapolri mengusut tuntas dan membuka secara transparan masalah itu.
“Tuduhan korban sebagai Bandar Narkoba tidak dapat dibenarkan bahkan ngawur. Karena bila konsisten menegakkan hukum korban harus ditangkap dan dibawa untuk diinterogasi mengungkap jaringan lain itu namanya penegakkan hukum”, katanya pada SUMUT24.co, Rabu (16/11/2022), saat dimintai tanggapannya, dan dikutip oleh mediaaceh.co.id,Kamis,(17/11/2022).
“Matinya korban adalah Ekstra Judicial Killing, pembunuhan dikusr proses peradilan dan harus diusut pelaku yg diduga polisi harus ditindak dan dihadapkan ke persidangan pidana serta dipecat,” tegasnya.
Poldasu melalui Bidpropam dan Ditserseum harus menyidik perkara ekstra judicial killing ini. Indikasi peristiwa ini sebagai tindak pidana adalah korban ditembak dan pelaku kabur.
“Kapolda Sumut dan Kapolri diharapkan menurunkan tim Propam guna memeriksa masalah tersebut secara tuntas agar dapat terang kejadian sesungguhnya, karena adanya keberatan keluarga korban meninggal dan adanya penjelasan versi Kapolres Belawan,” kata Ketua IPW itu.
Aktivis vokal yang selalu menyorot oknum-oknum Polisi nakal ini menerangkan, pantauan masyarakat ke kinerja Polri saat ini makin intens dan Polri juga makin berbenah hingga apapun masalah yang dihadapi harus diselidiki dan dipaparkan secara terang agar tak terjadi multi tafsir di tengah masyarakat.
“Selidiki dan jabarkan hasilnya. Terima keterangan masyarakat dan keterangan personil polisi yang diduga melakukan aksi penembakan maupun yang berada di TKP. Lalu jalankan aturan yang ada. Kami yakin kepercayaan masyarakat masih baik pada Polri,” harapnya.
Sugeng Teguh menyampaikan, IPW Sumut percaya, Kapolda Sumut dan Kapolri akan bersikap profesional dalam menangani kontroversi keterangan keluarga korban penembakan dan keterangan Polres Pelabuhan Belawan.
Versi Keluarga Korban
Sebelumnya, Senin (15/11/2022), lalu puluhan warga Kecamatan Medan Labuhan berkumpul dan menggelar aksi di depan RS Bhayangkara Medan. Bersama massa terlihat putra korban penembakan Polisi, Yoni Ramadhani.
Kepada wartawan, Yoni kembali meminta kepada Kapolri dan Presiden RI mengusut kematian ayahnya Iwan alias Nasib (49) yang ditembak mati oleh Polisi di Jalan Yos Sudarso Gang Mapo Kelurahan Pekan Labuhan Medan Labuhan pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB.
Disana, Yoni juga mendesak agar polisi agar segera menyerahkan jenazah Ayahnya untuk dibawa ke kediaman mereka dan segera dikebumikan. Hingga akhirnya, jenazah Iwan alias Nasib diserahkan ke keluarga dan selanjutnya dikebumikan di dekat domisili mereka.




