oleh

IPPM-KluT Adakan Diskusi Tentang “Mencintai Aceh Dengan Kritikan”

Banda Aceh (MA)- Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kluet Timur (IPPM-KluT) mengadakan “Ruang Besar” yang mana kegiatan ini berupa diskusi dengan mengangkat tema, “Mencintai Aceh Dengan Kritikan”, Sabtu 7 Maret 2020 di Banda Aceh.

Hadir sebagai narasumber, Mukhlisin Gubernur Mahasiswa FEBI UIN Ar-Raniry yang di Moderatori oleh Yubarikli Mahasiswa Aktif UIN Ar-Raniry.

Sekretaris Umum IPPM-KluT Ramadhan mengatakan, Ruang Besar merupakan salah satu program kerja dari IPPM KluT Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) yang di Ketuai oleh Yunizar.

Selain itu, Sekum IPPM-KluT ini juga menambahkan bahwa budaya diskusi sudah berkurang di kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa Kluet timur di Banda Aceh.

“Oleh karena itu Ramadhan berharap, kegiatan ini dapat nenumbuhkan minat diskusi dan peningkatan kemampuan Akademis mahasiswa,” pintanya.

 

Kegiatan diskusi tersebut di mulai pada Pukul 16:00 WIB sampai dengan 18:30 WIB yang di buka oleh moderator dan kemudian mempersilahkan narasumber menyampaikan materi nya.

 

Mukhlisin selaku narasumber menyampaikan, “Kritikan Artinya Membangun, Mari kita mencintai Aceh dengan Instrumen Kritikan”.

Senada dengan hal itu, Mukhlisin juga mengatakan, “Karena Kita Cinta Aceh” makanya harus di kritik dari segala sisi yang masih berkaitan dengan Aceh dan kita harus bentuk pikiran kritis.

Bisa di simpulkan dari materi tema Ruang Besar kali ini adalah, membangun pikiran Kritis dan Mengritik bukan hanya dari satu sisi Aceh, tapi dari segala sisi yang di kutip dari Penulis Bungaran Antonius Simanjuntak diantaranya: “Pikiran Kritis Dalam Kebudayaan, Pikiran Kritis Terhadap Konflik, Pikiran Kritis Terhadap Kebangsaan Aceh, Pikiran Kritis Terhadap Politik Kekuasaan, Pikiran Kritis Terhadap Korupsi dan Perampokan Uang Rakyat, Pikiran Kritis Terhadap Hukum dan Keadilan, dan Pikiran Kritis Tentang Pendidikan” hemat nya.

“Diakhir diskusi, Mukhlisin menyebutkan selain tujuh sisi yang di sampaikan, masih banyak sisi lain yang perlu diperhatikan dan di kritisi,” tutupnya. (R)

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..