“Kegiatan masyarakat yang awalnya berlangsung damai dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyisipkan agenda politik dan narasi kemerdekaan atau referendum. Dampak dan arah kegiatan tersebut tidak selalu terlihat atau terbaca oleh masyarakat umum,” katanya.
Terkait dugaan kesamaan agenda antara jaringan Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF) dan West Papua Liberation Organization (WPLO), Syafruddin mengatakan kesamaan momentum dan narasi perlu dicermati lebih lanjut.
Ia menyebut adanya indikasi keterkaitan dan komunikasi antara jaringan tersebut. Namun, dugaan koordinasi langsung, menurut dia, masih membutuhkan pendalaman dan verifikasi berdasarkan data serta fakta.
“Kesamaan momentum dan narasi memang perlu dicermati. Ada indikasi koordinasi langsung, tetapi pihak intelijen masih melakukan pendalaman dan verifikasi berdasarkan data serta fakta. Kedua jaringan tersebut juga memiliki keterkaitan dalam sejumlah agenda di luar negeri dan forum internasional yang diikuti oleh masing-masing pihak,” ujarnya.
Syafruddin mengatakan perhatian kini perlu diarahkan pada momentum awal Desember 2026 yang memiliki sejumlah tanggal historis dan berpotensi kembali dimanfaatkan untuk mengangkat isu bernuansa kemerdekaan di Aceh maupun Papua.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya















