Inilah Virus & Jamur Penyebab Kematian Pesepakbola Mendieta

Rabu, 5 Desember 2012

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Pemain sepakbola asal Paraguay, Diego Mendieta, meninggal lantaran penyakit yang dideritanya. Cytomegalovirus (CMV) menginfeksi tubuhnya dan jamur candida yang juga bersemayam. Belum lagi demam berdarah yang dideritanya. Seperti apa keganasan virus dan jamur tersebut?

“CMV adalah virus yang memiliki sifat oportunistik, karena baru akan menjadi aktif apabila kekebalan tubuh seseorang menurun,” terang dokter spesialis penyakit dalam di RSCM, dr Adityo Susilo SpPD, dalam perbincangan dengan detikHealth, Rabu (5/12/2012).

Virus ini bisa menyebar melalui cairan tubuh. Bisa dari cairan di alat kelamin maupun darah. Sedangkan penyebaran melalui air liur, menurut dr Adit, belum terkonfirmasi.

“Bisa saja kita punya CMV, tapi karena bagus kekebalan tubuhnya, maka tidak bergejala. Nah, saat imun turun barulah virus ini mengalami reaktivasi,” imbuhnya.

BACA JUGA...  Dana Hibah Pilkada Rp8 Miliar di Panwaslih Simeulue Belum Serahkan LPJ, Kesbangpol Layangkan Dua Surat

Saat reaktivasi, virus ini bisa menyerang ke organ tubuh lainnya. Bisa manifestasi infeksi paru atau pneumonia, dan bisa juga ke retina atau disebut retinitis.

“Retina bisa mengalami peradangan akibat aktivasi virus ini. Kebanyakan menyerangnya ke paru dan ke retina, tapi bisa juga ke organ lainnya,” jelas dr Adit.

Bila menyerang ginjal maka disebut CMV nefritis, jika menyerang hati disebut CMV hepatitis, bila jantung yang diserang disebut CMV myocarditis, bila paru-paru yang diserang disebut CMV pneumonitis, kalau mata yang diserang disebut CMV retinitis, jika lambung yang diserang disebut CMV gastritis, bila usus yang diserang disebut CMV colitis, dan kalau otak yang diserang disebut CMV encephalitis.

BACA JUGA...  Nini Gondrong Tampil di Bandar Serai Festival, Nini Gondrong: Terima Kasih Disbudpar Aceh

Mengutip pidato pengukuhan di upacara penerimaan jabatan guru besar patologi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada 28 Juli 2007 yang disampaikan M.A. Lisyani Budipradigdo Suromo berjudul ‘Kewaspadaan terhadap Infeksi Cytomegalovirus Serta Kegunaan Deteksi Secara laboratorik’, pada kondisi kompetensi imun yang baik (imunokompeten), infeksi CMV akut jarang menimbulkan komplikasi. Akan tetapi penyakit dapat menjadi berat bila yang bersangkutan berada dalam keadaan immature (belum matang), immunosuppressed (respons imun tertekan) atau immunocompromised (respons imun lemah), termasuk ibu hamil dan neonatus, pengidap HIV (human immunodeficiency virus), mereka yang mendapatkan transplantasi organ atau pengobatan imunosupresan dan yang mengalami penyakit keganasan.

BACA JUGA...  Sat Sabhara Polres Aceh Utara Gelarkan Latihan Dalmas

Sementara itu terkait jamur Candida, diketahui jamur ini memiliki spesies yang banyak, salah satunya Candida albicans. Candida sebenarnya adalah jamur yang normal ada di tubuh manusia. Namun pada saat terjadi ketidakseimbangan kekebalan tubuh, maka jamur ini jadi berbahaya. Ketika pertahanan neutrofil terganggu maka akan memfasilitasi pertumbuhan Candida.

“Candida menginfeksi dalam darah, tentu sangat berbahaya. Kalau infeksi butuh faktor risiko, kalau nggak ada mungkin flora normal. Begitu ada pemeriksaan klinis, diketahui infeksi,” terang dr Adit.

Penyakit-penyakit yang dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi kandidiasis, khususnya mulut (oral trush), seperti dikutip dari MayoClinic antara lain HIV/AIDS, kanker, diabetes mellitus dan infeksi jamur vagina.

(vit/ver)

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok
Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi
PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta
Masyarakat Didorong Jadi Garda Terdepan dalam Jaga Laut
Kelas Berdaya, Mengenalkan Mitigasi Bencana Kepada Siswa SLBN
Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:53 WIB

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Senin, 7 September 2026 - 14:25 WIB

Banda Aceh Gencarkan Branding Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 1 September 2026 - 13:47 WIB

Pasca 27 Agustus, Isu Bergeser ke Kepercayaan Institusi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:09 WIB

PTGMI Aceh Selatan Reorganisasi Kepengurusan, Kuatkan Profesionalisme dan Integritas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:37 WIB

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Prihati Pujowaskito menyampaikan paparan tentang layanan jantung di   Cimahi, Kamis, (16/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

KESEHATAN

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:53 WIB

FEATURE

Merawat Damai Dari Pidie Jaya

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:30 WIB

Kondisi jalan di Aceh Selatan saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Rabu, (16/9).

PERISTIWA

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:33 WIB

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar.

NANGGROE

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:19 WIB